HALO BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali tahun ini mendapat program revitalisasi bagi 32 sekolah TK, SD, SMP dengan total anggaran lebih dari Rp 20 miliar.
Adapun untuk tahun 2026, Pemkab Boyolali juga mengusulkan program revitalisasi bagi 55 sekolah TK, 104 SD dan 22 SMP.
Hal itu disampaikan Bupati Boyolali, Agus Irawan ketika mengadiri peresmian revitalisasi gedung SMP Negeri 1 Banyudono, oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Fajar Riza Ul Haq.
Lebih lanjut Agus juga menyinggung tentang lokasi lahan sekolah rakyat, yang sudah siap dibangun pada awal tahun depan.
“Inilah bentuk perhatian pemerintah pusat kepada kita Kabupaten Boyolali, semoga dengan perhatian yang luar biasa ini, bisa membangkitkan semangat kita semuanya, bagi bapak ibu guru bisa mengajar dengan baik dan anak-anak juga bisa belajar dengan baik.” ujar Bupati Agus, seperti dirilis boyolali.go.id.
Sementara itu Kepala SMPN 1 Banyudono, Tukiman, mengatakan total anggaran yang dialokasikan untuk program revitalisasi ini sebesar Rp 782 juta.
Anggaran tersebut difokuskan untuk revitalisasi ruang kelas dan ruang administrasi beserta perabotnya, dan juga perbaikan sanitasi.
Tukiman menyebut, kegiatan dilaksanakan oleh panitia pembangunan satuan pendidikan SMPN 1 Banyudono dan tim teknis yang melibatkan unsur internal serta unsur masyarakat. Pembangunan dimulai pada tanggal 22 September dan selesai pada 8 Desember 2025.
“Kami berkomitmen untuk menjaga dan merawat fasilitas ini dengan sebaik-baiknya, merupakan kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami sebagai sasaran program revitalisasi ini,” ungkap Tukiman.
Sementara itu Wamendikdasmen RI, Fajar Riza Ul Haq, ketika meresmikan revitalisasi gedung sekolah tersebut, mengapresiasi kinerja Pemkab Boyolali dalam bidang pendidikan.
Dia mengatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Boyolali, masuk dalam kategori tinggi yaitu berada di angka 75,96.
Selanjutnya untuk Standar Pelayanan Minimum (SPM), pendidikan Kabupaten Boyolali juga sudah baik dan meningkat setiap tahun.
Fajar Riza Ul Haq mengatakan, meski Angka Partisipasi Sekolah (APS) tingkat SD dan SMP sangat bagus, namun di tingkat PAUD masih perlu ditingkatkan untuk menyongsong kebijakan wajib belajar 13 tahun.
Selain membangun secara fisik, pemerintah pusat juga sedang menjalankan beberapa program pendidikan.
Seperti menggalakkan permainan tradisional bagi siswa, pelatihan bagi para guru, beasiswa pendidikan bagi guru, dan mengurangi beban kerja guru.
Sehingga Pemerintah Pusat lebih mendekatkan pelayanan namun juga kualitas ditingkatkan.
“Harapan kami itu membuat sekolah tumbuh menjadi ekosistem pembelajaran, sehingga tumbuh menjadi tempat yang aman, nyaman bagi anak-anak kita,” kata Fajar. (HS-08)