HALO SRAGEN – Bupati Sragen, Sigit Pamungkas menekankan pentingnya membangun jaringan sosial dan akademik selama kuliah, sebagai salah satu “modal” yang bermanfaat setelah lulus nanti.
Hal itu diungkapkan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas ketika menyerahkan bantuan program Beasiswa Mahasintawati Sragen 2025 secara simbolis, Jumat (14/11/2025) kepada ratusan mahasiswa di aula Lantai 4 Gedung Kantor Terpadu Pemkab Sragen.
Penyarahan bantuan ini sebagai bentuk komitmen Pemkab Sragen, dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi generasi mendatang.
Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa mahasiswa dari keluarga kurang mampu cenderung tidak memiliki akses jaringan yang memadai, sehingga perlu membangunnya sendiri.
“Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah – pulang, kuliah – pulang-Red). Biasanya kualitasnya rendah dan mencari pekerjaan lebih sulit. Bangun jejaring dengan dosen, tokoh kampus, dan aktiflah dalam organisasi intra maupun ekstra kampus. Itu menggaransi jaringan yang akan sangat bermanfaat saat kalian lulus,” kata dia, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Orang nomor satu di Sragen itu juga menceritakan pengalamannya semasa kuliah. Sigit mengaku bahwa dia berasal dari keluarga kurang mampu, sehingga harus berjuang keras untuk hidup dan bisa maju. Bahkan dia pernah tidur di area petilasan dekat kampus, karena keterbatasan biaya.
“Saya ini dari keluarga kurang mampu. Kalau tidak berprestasi, tidak punya jaringan, mungkin saya tidak sampai di titik ini. Jadi manfaatkan kesempatan beasiswa ini sebaik-baiknya,” tuturnya.
Bupati Sigit juga menyampaikan harapan besar kepada seluruh penerima beasiswa agar mampu berproses, berkembang, dan menjadi insan yang sukses serta membawa nama baik Sragen.
“Saya yakin kalau anak-anakku melakukan hal-hal tadi berprestasi, aktif, membangun jejaring kalian akan menghebat pada waktunya. Harapan orang tua dan masyarakat Sragen sangat besar. Jangan kecewakan kami,” ucapnya.
Untuk diketahui, pada 2025 ini, beasiswa Mahasintawati diberikan kepada 119 mahasiswa, terdiri atas 36 mahasiswa baru dan 83 mahasiswa tingkat semester 3 ke atas.
Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp6 juta per semester, yang dialokasikan untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) Rp3 juta dan living cost Rp3 juta.
Bantuan tersebut akan diterima hingga mahasiswa menyelesaikan masa studinya.
Dalam sambutannya, Bupati Sigit menegaskan bahwa beasiswa tersebut merupakan bentuk kepercayaan besar dari pemerintah dan masyarakat Sragen kepada para mahasiswa.
Harapan besar kepada seluruh penerima beasiswa agar mampu berproses, berkembang, dan menjadi insan yang sukses serta membawa nama baik Sragen.
“Anak-anakku penerima beasiswa, yang mendaftar ada 240 dan yang diterima hanya 119. Artinya hampir separuhnya yang terpilih. Anak-anakku yang ada di sini mendapat perhatian khusus, prioritas khusus, dan kepercayaan khusus dari Pemerintah Kabupaten Sragen untuk bisa menjalankan perkuliahan dengan baik,” tegasnya.
Bupati menekankan bahwa dana beasiswa berasal dari pajak dan retribusi masyarakat Sragen, sehingga harus dijaga amanahnya.
Ia meminta mahasiswa memastikan harus lulus tepat waktu, serta menjaga Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) agar tetap tinggi.
“Minimal IPK-nya 3. Jangan 2,75. Itu bahaya. Kalau nilainya jelek nanti bisa dievaluasi oleh dinas dan tidak diberi beasiswa lagi. Pastikan berprestasi,” ujar Bupati.
Sementara itu, salah satu mahasiswa penerima, Dinda Ayu Anggraeni, mengungkapkan rasa syukurnya karena beasiswa tersebut sangat membantu biaya pendidikannya.
“Beasiswa ini sangat bermanfaat bagi saya yang sedang menempuh pendidikan Strata-1 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta. Bantuan ini meringankan beban orang tua dan memotivasi saya untuk terus berprestasi,” ungkapnya.
Dengan adanya beasiswa Mahasintawati ini, Pemerintah Kabupaten Sragen berharap semakin banyak lahir generasi muda unggul yang kelak berkontribusi bagi kemajuan daerah di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional. (HS-08)