in

Pengurus IDI Cabang Kendal Masa Bakti 2025 – 2028 Resmi Dilantik

Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Kendal Masa Bakti 2025 - 2028, di aula kantor DPUPR Kendal, Sabtu (8/11/2025).

HALO KENDAL – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Kendal Masa Bakti 2025 – 2028 resmi dilantik dan dikukuhkan, di aula kantor DPUPR Kendal, Sabtu (8/11/2025).

Pelantikan pengurus dipimpin langsung Ketua IDI Wilayah Jawa Tengah, dr Tlogowismo, dengan menetapkan dr Budi Mulyono sebagai Ketua IDI Cabang Kendal periode 2025-2028.

Usai dilantik, dr Budi Mulyono mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepadanya, untuk memimpin IDI Kendal.

Drinya menekankan, IDI akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program kesehatan masyarakat.

“IDI merupakan mitra pemerintah. Di setiap bidang kesehatan, kami selalu ikut terlibat, seperti dalam penanganan stunting, gizi buruk, dan program kesehatan lainnya. IDI akan terus aktif menyukseskan program pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” ungkap dr Budi.

Dirinya berharap, kegiatan pelantikan dan seminar kesehatan juga menjadi momentum memperkuat komitmen IDI Kendal dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada masyarakat.

Sementara Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus serta para dokter yang bertugas di Kendal.

Pihaknya juga memberikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para tenaga medis yang telah berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Saya sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas segala jasa, pengabdian, dan dedikasinya. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian, tetapi memerlukan kolaborasi dan dukungan dari semua pihak, termasuk IDI,” ujar Bupati.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan IDI merupakan hal penting dalam membangun sektor kesehatan yang tangguh.

“Saya percaya, pemerintah dan IDI adalah dua tangan yang harus bergerak bersama. Satu tangan menyiapkan kebijakan, satu tangan lagi memastikan sentuhan kemanusiaannya sampai ke masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting. la menilai komitmen bersama dari berbagai pihak.

“Termasuk para dokter, yang menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan program hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” tandasnya.(HS)

Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Polri Selidiki “Paham Tertentu”, Korban Tetap Semangat Bersekolah, KemenPPPA Prioritas Keselamatan Anak

KONI Kota Semarang All Out Siapkan Porprov Jateng 2026