in

Komisi IV DPR Dukung Penguatan Sektor Peternakan Sapi Perah di Boyolali

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, saat kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke UD Pramono, Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, baru-baru ini. (Foto : dpr.go.id)

 

HALO BOYOLALI  – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menegaskan komitmen DPR, untuk terus memperkuat sektor peternakan sapi perah di Kabupaten Boyolali.

Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke UD Pramono, Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, baru-baru ini.

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Kharis mengapresiasi keberadaan UD Pramono, yang telah menjadi salah satu penggerak utama ekonomi peternakan sapi perah di Boyolali.

Usaha yang diprakarsai oleh Pramono ini, menaungi sekitar 1.500 peternak sapi perah yang secara turun-temurun telah menekuni usaha peternakan susu.

“UD Pramono ini menampung susu dari para peternak untuk kemudian dikirim ke pabrik-pabrik atau industri pengolahan susu (IPS). Alhamdulillah, setelah sempat menghadapi persoalan pajak dan dampak penyakit mulut dan kuku (PMK), kini kondisinya sudah membaik dan produksi susu semakin meningkat,” ujar Abdul Kharis, seperti dirilis dpr.go.id.

Ia menambahkan, Komisi IV telah berdialog langsung dengan para peternak dan juga berkoordinasi dengan mitra kerja kementerian terkait untuk mencari solusi terbaik bagi keberlanjutan usaha peternakan sapi perah di Boyolali.

 

 

“Kami berharap mitra Komisi IV dapat berpartisipasi lebih aktif dalam mendukung peternak. Boyolali adalah kabupaten penghasil susu terbesar di Indonesia, dan tradisi ini sudah diwariskan hingga generasi ketiga. Kami bangga melihat para pemuda di sini tetap semangat menjadi peternak susu,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Kharis juga menyampaikan kepada Direktur Kesehatan Hewan agar pengadaan indukan sapi perah oleh pemerintah dapat dilakukan secara proporsional, termasuk untuk wilayah Boyolali yang memiliki potensi besar.

“Populasi sapi perah di Boyolali mencapai hampir 20 persen dari total populasi sapi perah di Indonesia. Ini perlu mendapat perhatian dan dukungan nyata dari pemerintah agar produktivitas dan kesejahteraan peternak terus meningkat,” kata dia.

Tersebar

Sementara itu menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, populasi sapi perah di Boyolali, telah mencapai 54.684 ekor.

Walaupun mendapat sebutan kota susu, namun populasi sapi perah di wilayah ini tidak tersebar merata di semua kecamatan.

Adapun populasi sapi perah di Boyolali, tersebar di Kecamatan Selo 6.978 ekor, Ampel  6.100 ekor, Cepogo 1.361 ekor, dan Musuk 10.033 ekor.

Selain itu dik Kecamatan Boyolali            2.758 sapi, Mojosongo 10.005 sapi, Teras 139 sapi, Tamansari 10.678 sapi, Gladagsari  6.618 sapi, dan Simo 14 ekor. (HS-08)

Komisi XII Dorong PLTGU Tambak Lorok Semarang Perkuat Transisi Energi Bersih dan Listrik Nasional

Pemberian Gelar Pahlawan Soeharto Didukung PKS, Legislator PDI P Bonnie Triyana Sebut Harus Tak Miliki Sejarah Kelam