HALO BLORA – Para guru dan orang tua memiliki peran sangat penting, dalam menumbuhkan nilai-nilai keagamaan, sosial, dan empati anak terhadap sesama manusia.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blora Rozikun, saat membuka peringatan Harlah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) ke-23 di Ballroom Graha Nusantara Kabupaten Blora, baru-baru ini.
“Anak-anak tidak cukup hanya unggul dalam mata pelajaran, tetapi juga harus memiliki dasar agama yang kuat, kepekaan sosial, dan kepedulian atau empati. Di sinilah peran penting guru dan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai itu sejak dini, sejalan dengan semangat menghentikan perilaku bullying di lingkungan pendidikan,” kata dia, seperti dirilis blorakab.go.id.
Kegiatan tersebut mengusung tema “IGRA Untuk Indonesia: Satu Cinta, Satu Langkah Bergerak, Sejahtera Bersama” dirangkai dengan edukasi Bullying bertajuk “Hentikan Bully Sebarkan Empati”.
Momentum ini juga menjadi wujud komitmen dalam memperkuat kebersamaan sekaligus meneguhkan peran strategis Guru RA dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan penuh kasih sayang.
Hadir di kegiatan itu para pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Pokjawas Madrasah, Pengawas RA Kabupaten Blora, serta peserta didik RA se-Kabupaten Blora didampingi oleh wali murid. (HS-08)