HALO KENDAL – RSUD dr H Soewondo Kendal menggelar kegiatan Proctorship Cardiovascular dengan Pendampingan RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta dan RSUP dr Kariadi Semarang, di aula lantai 2, Jumat (24/10/2025).
Direktur RSUD dr H Soewondo Kendal, dr Saikhu menjelaskan, Proctorship Cardiovascular adalah program pendampingan intensif di mana dokter spesialis jantung dari rumah sakit yang lebih ahli mendampingi dokter lain di rumah sakit jaringan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan PCI.
“Kegiatan Proctorship Cardiovascular diikuti oleh dokter spesialis dan tenaga medis rumah sakit setempat, tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan, menyamakan alur kerja, dan memastikan rumah sakit dapat memberikan tindakan PCI yang aman dan berkualitas, sehingga pasien tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di luar daerah,” jelasnya.
Menurut Shaikhu, angka kasus penyakit jantung di Kendal terus meningkat. Sepanjang 2024 tercatat 660 pasien jantung dengan total kunjungan rawat jalan mencapai 1.203 pasien.
“Namun, karena belum adanya kerja sama resmi dengan BPJS Kesehatan untuk mengkaver layanan jantung, sebagian besar pasien masih harus dirujuk ke rumah sakit lain. Padahal 90 persen pasien kami adalah peserta BPJS. Harapan kami, Kementerian Kesehatan dapat mendorong agar kerja sama ini segera disetujui,” bebernya.
Saikhu menambahkan, RSUD dr H Soewondo Kendal telah memiliki alat intervensi jantung baru yang saat ini digunakan untuk pasien mandiri.
“Peralatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal bagi seluruh masyarakat tanpa perbedaan layanan. Pasien BPJS juga berhak mendapat pelayanan yang sama seperti pasien mandiri,” tandasnya.
Sementara itu, dr Ilham Uddin dari RSUP dr Kariadi Semarang menyampaikan, kehadiran Proctorship Cardiovascular di Kendal merupakan kemajuan besar di wilayah Jawa Tengah. Dirinya berharap, setiap daerah memiliki pusat layanan jantung agar masyarakat bisa mendapatkan penanganan cepat saat kondisi darurat.
Dukungan juga datang dari Dr dr Dicky Armein Hanafy, perwakilan RSUP Harapan Kita Jakarta. Saat ini, pihaknya mengampu lebih dari 500 rumah sakit di seluruh Indonesia dalam pengembangan layanan jantung.
“Tidak mudah membangun layanan ini, tapi kami berkomitmen agar setiap daerah memiliki akses yang adil terhadap fasilitas kesehatan jantung,” ujarnya.
Dicky juga berharap, kerja sama dengan BPJS segera terealisasi karena seluruh masyarakat memiliki hak pelayanan yang sama, baik di kota besar maupun di daerah.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, RSUD, dan BPJS segera terealisasi,” imbuhnya.
Sebelumnya, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, yang hadir dan membuka kegiatan mengapresiasi langkah RSUD dr H Soewondo Kendal yang terus berinovasi dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
“Momentum ini menjadi penting. Harapannya masyarakat Kabupaten Kendal tidak perlu lagi berobat ke Semarang atau ke Jakarta untuk mendapatkan layanan jantung,” ujarnya.
Bupati menegaskan, pemerintah daerah siap mengawal proses kerja sama antara RSUD dr H Soewondo Kendal dan BPJS Kesehatan. Menurutnya, pelayanan intervensi jantung nonbedah sangat dibutuhkan masyarakat Kendal.
“Banyak warga yang harus bolak-balik ke Semarang hanya untuk kontrol jantung. Selain memakan waktu, juga membebani biaya. Kami ingin hal itu segera berubah,” tandasnya.
Dengan kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas yang memadai, Bupati optimistis layanan kardiovaskular di Kendal akan segera beroperasi penuh.
Dirinya juga meminta kepada BPJS Kesehatan, supaya segera mempercepat realisasi proses kerja sama dengan RSUD dr H Soewondo Kendal terkait layanan jantung.
“Itu sebagai langkah penting menghadirkan layanan kardiovaskular modern bagi masyarakat Kabupaten Kendal. Kami berharap BPJS Kesehatan segera menyetujui kerja sama ini agar pasien bisa menikmati layanan jantung modern tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” ungkapnya.
Bupati juga berpesan, seluruh pihak terus bersinergi mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil dan berkualitas.
“Layanan kardiovaskular ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kemanusiaan. Ini bagian dari ikhtiar kita mewujudkan masyarakat Kendal yang sehat dan sejahtera,” pesannya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kendal, dr Isti menjelaskan, keputusan kerja sama layanan jantung masih menunggu persetujuan dari pusat.
“Soal ini yang menentukan adalah BPJS Kesehatan pusat. Jadi kami masih menunggu keputusan. Selain jantung, ada pula beberapa layanan lain yang saat ini belum bisa terkaver,” jelasnya.(HS)