HALO BATANG – Ratusan pelajar MTs Muhammadiyah Batang mengikuti pelatihan pemadaman api, di halaman Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar), Selasa (21/10/2025).
Dalam pelatihan itu, mereka mendapat pelajaran tentang cara memadamkan kebakaran, dengan menggunakan peralatan sederhana yang di sekitar, namun tetap sesuai standar operasi damkar.
Wakil Kepala MTs Muhammadiyah bidang Akademik, Asri Cahyaningsih menerangkan pelatihan memadamkan api dipilih, sebagai upaya edukasi, agar pelajar mampu menangani kebakaran ringan secara tepat, seperti misalnya akibat kebocoran tabung elpiji.
Dengan bisa menangani kebakaran skala ringan, diharapkan dapat mencegah kebakaran yang lebin besar.
“Anak-anak dilatih cara memadamkan api, menangani apabila terjadi kebocoran gas dan kerawanan lain yang sering terjadi di rumah,” katanya, di halaman Kantor Damkar Kabupaten Batang, Selasa (21/10/2025).
Di samping itu, siswa juga mendapat pelatihan dari petugas damkar, tentang cara menjinakkan hewan utamanya reptil, yang rawan masuk ke rumah, dengan cara aman.
“Ini supaya mereka tidak gegabah ketika ada reptil yang masuk rumah, sehingga terhindar dari bahaya gigitan maupun bisanya,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.
Salah satu peserta, Dina Ramadani mengungkapkan kekagumannya dapat belajar langsung dari petugas damkar, tentang cara menangani kebakaran ringan dan menjinakkan reptil seperti ular.
“Tadi dikasih tahu jenis kebakaran dan cara menanganinya, sampai cara menjinakkan reptil. Awalnya sempat takut, tapi karena petugasnya asyik, jadi menyenangkan dan tidak takut lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, petugas Damkar Batang, Astia Selly Amanda, bersama rekan-rekanya membeberkan metode penanganan kebakaran akibat kompor elpiji menggunakan metode ringan.
Pelatihan ini penting bagi remaja jenjang SMP hingga SMA, karena mudah memahami penanganan ketika terjadi kebakaran di dapur.
“Edukasi bagi pelajar SMP maupun SMA itu jauh lebih mudah karena mereka sudah dibekali pelajaran seputar IPA, seperti tentang api dan udara. Kami pun seringkali diminta berkunjung langsung untuk mengedukasi ke sekolah, agar praktik di area pembelajaran,” ujar dia. (HS-08)