HALO WONOGIRI – Pemerintah Kabupaten Wonogiri, secara simbolis menyerahkan seragam gratis bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs di pendopo rumah dinas Bupati Wonogiri, baru-baru ini.
Total penerima manfaat program seragam gratis di tahun 2025 mencapai 21.321 siswa, dengan anggaran keseluruhan Rp10.285.987.965.
Sejak digulirkan pada 2020, program ini menjadi salah satu kebijakan unggulan Pemkab Wonogiri.
Tidak hanya mencegah putus sekolah, program ini juga menjadi simbol keberlanjutan pembangunan pendidikan daerah.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, didamping Wakil Bupati Imron Rizkyarno menyerahkan secara langsung kepada perwakilan siswa.
Seragam yang diberikan pada siswa SD/MI merupakan seragam jadi berupa seragam merah putih, batik dan pramuka. Sementara itu bahan kain seragam biru putih, batik dan pramuka diberikan pada siswa SMP/MTs.
“Ini adalah bentuk nyata konsep keberlanjutan yang dilaksanakan di Wonogiri. Nilai manfaatnya sudah dirasakan seluruh warga masyarakat,” kata dia, seperti dirilis wonogirikab.go.id.
Program seragam sekolah gratis di Wonogiri dipastikan terus berlanjut. Bahkan mulai tahun depan, giliran anak-anak TK PAUD yang akan ikut merasakan manfaatnya.
“Tahun depan, kita lanjutkan. Ditambah seragam gratis bagi siswa TK/PAUD,” tambah Bupati.
Pemkab Wonogiri menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar, khusus untuk pengadaan seragam batik dan olahraga bagi peserta didik jenjang TK PAUD.
Setyo mengatakan bahwa program ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam meringankan beban orang tua sekaligus mendukung wajib belajar.
Di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi para orang tua atau wali siswa, Pemkab Wonogiri menghadirkan program seragam sekolah gratis sebagai bentuk meringankan biaya pendidikan dan mendukung amanat mencerdaskan kehidupan bangsa. Sekaligus memberikan perhatian khusus di sektor pendidikan.
“Setiap penggunaan APBD harus cermat, memberi manfaat nyata bagi masyarakat, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai aturan hukum. Itulah prinsip yang kami pegang,” kata dia. (HS-08)