in

Kemah Moderasi, Perkuat Gerakan Moderasi di Tengah Masyarakat Purworejo

Bupati Purworejo Yuli Hastuti membuka Kemah Moderasi Beragama, yang digelar Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purworejo, di aula Demaji Eco Park, belum lama ini. (Foto : purworejokab.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Bupati Purworejo Yuli Hastuti menegaskan bahwa moderasi beragama, adalah kunci dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu disampaikan Bupati Purworejo Yuli Hastuti ketika membuka Kemah Moderasi Beragama, yang digelar Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purworejo, di aula Demaji Eco Park, belum lama ini.

Dia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Purworejo mendukung upaya-upaya berbagai pihak, dalam menguatkan gerakan moderasi beragama, di tengah masyarakat. Hal ini sekaligus juga untuk mewujudkan visi Purworejo yang religius.

“Moderasi beragama adalah kunci dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Bupati Purworejo Yuli Hastuti, seperti dirilis purworejokab.go.id.

Kemah Moderasi merupakan kegiatan peningkatan kompetensi penyuluh agama dan implementasinya pada Kampung Moderasi Beragama, yang dirancang dengan pola pembekalan materi, diskusi kelompok, serta praktik implementasi lapangan dan diikuti oleh sekitar 100 penyuluh agama di Kabupaten Purworejo.

Bupati juga mengapresiasi peran Kemenag dalam sinergi memperkuat komitmen bersama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui kegiatan Kemah Moderasi.

“Melalui event ini, kita ingin merajut kebersamaan antar tokoh-tokoh agama di Purworejo agar silaturahmi semakin kuat, toleransi semakin kokoh, dan semangat menjaga kerukunan senantiasa terjaga,” kata Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Kampung Moderasi Beragama menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam membangun masyarakat yang damai, inklusif, dan saling menghargai perbedaan.

Kegiatan kemah tidak hanya sebagai ajang kebersamaan, namun juga sebagai media pembelajaran, penguatan karakter kebangsaan serta sarana membentuk para duta moderasi beragama di tengah masyarakat.

“Para peserta kami harapkan mampu menjadi agen perdamaian yang aktif menyebarkan nilai toleransi, mencegah potensi konflik, dan mempererat persatuan di lingkungannya masing-masing,” imbuhnya.

Kepala Kantor Kemenag Purworejo, Mukhlis Abdillah, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen Kemenag dalam memperkuat kapasitas penyuluh agama.

“Penyuluh adalah ujung tombak Kementerian Agama dalam mendiseminasikan nilai-nilai moderasi beragama. Melalui kemah ini, kami ingin memastikan penyuluh tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikannya di masyarakat, khususnya pada Kampung Moderasi Beragama binaan Kemenag Purworejo,” jelasnya. (HS-08)

Bener Expo 2025, 28 Desa Promosikan Produk Unggulannya

Kebumen Berusia 396 Tahun, Budaya Jawa, Inklusi, dan Inovasi Jadi Penanda Kemajuan