in

Kompetisi MLSC Dorong Minat dan Bakat Sepak Bola Putri Usia Dini di Semarang

MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2025 - 2026 di Kota Semarang telah usai, Minggu (10/8/2025).

HALO SEMARANG – Kompetisi MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2025 – 2026 di Kota Semarang telah usai, Minggu (10/8/2025). Kompetisi sepak bola siswi ini pun menghadirkan juara baru dan bertahan.

Dalam kategori usia 10 tahun, SDN Klepu 03 dari Kabupaten Semarang berhasil meraih juara untuk ketiga kalinya. Tim asuhan Althariq Bagus Istianto itu berhasil mengalahkan SD Nasima dari Kota Semarang di partai final dengan skor meyakinkan 4-0.

Sedangkan di kategori usia 12 tahun, SDN Sendangmulyo 04 berhasil menjadi juara untuk pertama kalinya sejak MLSC diselenggarakan. Kaisa dkk berhasil mengalahkan SD Karangsono 2 Mranggen di final dengan skor 3-0.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann mengakui, jika MLSC sangat mendorong minat dan bakat sepak bola putri usia dini di Kota Semarang. Hal ini dapat dibuktikan dengan bertambahnya peserta di Seri 1 Semarang ini. Menurutnya, tim Kota Semarang akan bisa bersaing untuk kompetisisi MLSC tingkat nasional nanti dengan daerah lain.

“Saya rasa All Star berikutnya, Kota Semarang bisa berbicara (bersaing) karena waktu persiapan sudah lama, pelatih bagus, dan terbukti pemain Semarang yang ikut extra training berkembang. Saya lihat ke depan punya kesempatan yang bagus,” ujarnya.

Dia berharap, Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kota Semarang mulai membuka kesempatan untuk mencoba sepak bola putri. Selain memunculkan bibit atlet baru, hal tersebut juga dapat menjaga semangat dan konsisten calon atlet ke depan.

“Ini ada peluang untuk menciptakan kelas baru. Jadi SSB nanti tidak hanya didominasi oleh putra. Maksud saya bukan membuat SSB untuk putri, cuman bisa agar kompetisi pertiwi bisa banyak,” katanya.

Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge 2025-2026 menjadi komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife untuk terus mendorong kemajuan sepak bola putri Indonesia melalui turnamen yang berjenjang dan berkelanjutan. Hal ini menjadi dukungan penuh bagi para putri untuk ikut menjadi bagian dalam masa depan sepak bola putri.

“Para pesepak bola putri muda kita semakin menunjukkan kualitas mereka dari tahun ke tahun. Ini menjadi sinyal bagus bagi ekosistem sepak bola putri yang akan terus bertumbuh. Kami akan terus mendorong melalui penyelenggaraan turnamen mulai dari KU-8 hingga KU-16 sebagai upaya menjaga regenerasi supply pemain. Dengan demikian visi kami untuk memperkokoh posisi sepak bola wanita Indonesia di mata dunia akan segera terwujud,” tandasnya.(HS)

Ratusan Pembalap Bersaing dalam Kendal Drag Bike Pemula 2025

153 Mahasiswa Lolos Seleksi Penerima Beasiswa Zakat Indonesia 2025