HALO CILACAP – Tercatat 149 koperasi di Kabupaten Cilacap, kini dalam kondisi tidak aktif. Walaupun jumlah koperasi aktif bertambah seiring dengan beroperasinya koperasi desa dan kelurahan Merah Putih, namun belum berkontribusi secara signifikan dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Hal itu diungkap oleh Ketua Dekopinda Cilacap, Jumadi, dalam resepsi Peringatan Hari Koperasi ke-78 tingkat Kabupaten Cilacap, di Hotel Aston Inn, Sabtu (26/7/2025).
Menurut dia, hingga 2025, dari total sekitar 450 koperasi di Kabupaten Cilacap, hanya 301 unit yang tercatat aktif. Dengan kata lain, terdapat sebanyak 149 koperasi yang sudah tidak aktif.
Jumlah koperasi yang aktif ini memang kemudian bertambah dengan terbentuknya 284 koperasi Merah Putih tingkat desa / kelurahan. Namun kontribusi koperasi terhadap PDRB masih belum signifikan.
“Secara nasional kontribusi koperasi belum mencapai 10 persen, dan di Cilacap masih berada sedikit di atas angka itu,” ujar dia, seperti dirilis cilacapkab.go.id.
Menurut Jumadi, perkembangan koperasi pascareformasi cenderung melambat, diperparah dengan persepsi negatif dari kalangan muda, yang menganggap koperasi sebagai sistem ekonomi yang kuno.
Selain itu, keterbatasan tenaga pendamping dari Dekopinda dan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM (DPKUKM) Kabupaten Cilacap turut menjadi kendala dalam pembinaan koperasi.
“Regenerasi mutlak diperlukan. Koperasi harus adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan menjalin sinergi dengan rantai pasok digital serta peluang dari program-program strategis seperti MBG,” katanya.
Sementara itu, Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung koperasi melalui program lintas sektor dan pembentukan tim teknis yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) pembina potensi wilayah.
“Kalau ada koperasi desa yang basisnya perikanan, maka OPD binpot-nya adalah Dinas Perikanan. Untuk pertanian, ya Dinas Pertanian. Kita sandingkan juga dengan Forum Pengusaha Cilacap agar pembinaan bisa terintegrasi,” ujar Syamsul.
Ia menambahkan, koperasi juga berpeluang mengambil peran dalam rantai pasok logistik program MBG di Cilacap.
Tercatat ada sekitar 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang setiap harinya melayani 3.000 porsi makanan, dengan potensi perputaran uang mencapai Rp30 juta per hari.
“Ini bisa disuplai oleh koperasi. Tapi harus ditekankan, jangan sampai koperasi justru mematikan ekonomi rakyat. Sinergi harus menjaga keseimbangan,” katanya.
Syamsul menyambut baik terbentuknya koperasi Merah Putih sebagai langkah awal regenerasi. Namun ia menekankan, kualitas dan keberlanjutan menjadi prioritas utama.
“Kita sudah punya Satgas, dan kita juga akam bentuk tim teknis. Harapannya koperasi bisa benar-benar menjadi pilar ekonomi rakyat yang kuat dan berdaya saing,” ujar Bupati.
Acara resepsi ditandai dengan pemotongan tumpeng secara simbolis serta penyerahan bantuan sosial untuk santri Pondok Pesantren Al Fatah Jayanihim dan Nurul Iman Kesugihan.
Sebelumnya, rangkaian Hari Koperasi ke-78 tingkat Kabupaten Cilacap telah diisi dengan kegiatan sosial seperti donor darah. Perwakilan Kabupaten Cilacap juga berpartisipasi dalam upacara peringatan Hari Koperasi ke – 78 tingkat nasional di Semarang.
Syamsul berharap koperasi ke depan tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan dengan pelaku ekonomi rakyat lainnya.(HS-08)