HALO SEMARANG – Pekerja Migran Indonesia (PMI) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia dan kehidupan keluarga di Tanah Air. Namun, bekerja di luar negeri juga memiliki tantangan serta risiko. Salah satu upaya perlindungan saat bekerja di luar negeri yakni dengan memberikan kegiatan edukasi dan membekalinya dengan buku saku. Di mana buku saku ini disusun untuk membantu PMI memahami hak, perlindungan hukum, serta layanan bantuan yang tersedia di Korea Selatan (Korsel). Sehingga diharapkan dapat menjadi pegangan praktis bagi PMI dalam bekerja dengan aman dan sejahtera.
Hal itu seperti yang disampaikan oleh Prof Dr R Benny Riyanto, MHum, ketua Tim pelaksana Program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan yang tergabung dalam Forum Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia Internasional (Abdimas ALPTKNI Internasional) dengan mitra Ikatan Muslimin Indonesia Daejeon (IMNIDA) Korea Selatan, saat memberikan materi tentang Hak dan Perlindungan PMI yang bertempat di Masjid An- Noor di Daejeon Korea Selatan pada baru-baru ini.
“Buku Saku ini penting karena dilengkapi dengan ilustrasi dan infografis, barcode maupun alamat situs untuk mengakses penjelasan atau informasi yang lebih lengkap,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Prof Benny Riyanto juga memberikan materi di bidang hukum yang mencakup materi, di antaranya Hak-hak Pekerja Migran Indonesia, Perlindungan Hukum di Korea Selatan, dan Cara Mengajukan Pengaduan atau Melaporkan Pelanggaran. Kemudian, Sumber Daya dan Layanan Bantuan, hingga kontak penting.
Di sela aktivitas pemaparan materi tersebut, dengan diikuti pembagian Buku Saku dan dilanjutkan berupa kegiatan edukasi Amazing Together Activity bagi PMI yang dipandu oleh anggota Tim Prof Dr Isti Hidayah, MPd dan Prof Dr Wiyanto, MSi.
Adapun sejumlah alat peraga saat Amazing Together Activity yang diperagakan mulai dari Puzzle Tangram-7, Peraga Menara Hanoi, serta permainan Back Ball Match (BBM=Bola Bali Maning). Dengan Amazing Together Activity ini bertujuan memberikan hak untuk kebugaran mental atau olah pikir dan fisik bagi PMI.
Tak hanya itu, pada kegiatan ini sekaligus dilakukan penandatangan Implementation of Agreement (IA) bersama ketua IMNIDA Uztadz Asrof Muzaiqi dan penyerahan 10 set Puzzle Tangram-7 beserta kelengkapannya, satu set menara Hanoi, dan satu set BBM, selain 15 eksemplar Buku Saku dan leaflet panduan Amazing Together Activity yang telah dibagikan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Universitas Negeri Semarang yang telah memfasilitasi pendanaan kegiatan Program Pengabdian Masyarakat Kemitraan Kolaborasi ini melalui DPA Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Dan pada kesempatan ini dilakukan berkolaborasi dengan tim dari Universitas Negeri Surabaya yang diketuai oleh Prof Muhamad Turhan Yani, MA dengan judul kegiatan Edukasi Kebugaran Jasmani untuk Tenaga Kerja Indonesia di Korea Selatan,” pungkas Prof Benny Riyanto.(HS)