HALO SEMARANG – Pada tahun ajaran baru 2025/2026, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh peserta didik.
Heri Londo, sapaan akrabnya, menolak keras segala bentuk perundungan (bullying) dan kekerasan di lingkungan pendidikan. Pudyatmoko pun mendorong agar edukasi sebagai upaya pencegahan terus dilakukan kepada siswa.
Menurut dia, sekolah seharusnya menjadi tempat tumbuh kembang karakter anak secara positif, bukan sebaliknya menjadi ruang yang justru menciptakan tekanan mental dan rasa takut.
“Kita tidak boleh membiarkan praktik perundungan terjadi di sekolah. Lingkungan pendidikan harus bebas dari kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikologis. Sekolah adalah tempat membangun masa depan, bukan merusak harapan anak-anak,” tegasnya.
Heri Pudyatmoko juga meminta seluruh pemangku kepentingan di dunia pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah daerah, untuk mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan dan edukasi tentang bahaya perundungan.
“Kita harus memperkuat sistem pencegahan dan memperbanyak edukasi kepada siswa, guru, dan orang tua. Pendidikan karakter dan nilai-nilai toleransi serta empati harus menjadi bagian penting dalam proses belajar-mengajar,” tukasnya.

Ia menambahkan bahwa kejadian perundungan yang tidak tertangani dengan baik bisa berdampak serius terhadap kesehatan mental anak, prestasi belajar, hingga masa depannya.
Politisi Partai Gerindra ini juga mendorong Dinas Pendidikan Jawa Tengah untuk meningkatkan pengawasan serta menyediakan layanan konseling yang mudah diakses bagi siswa yang menjadi korban atau saksi perundungan.
“Saya harap tahun ajaran baru ini menjadi momentum bagi sekolah-sekolah di Jawa Tengah untuk benar-benar menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap bullying. Kita ingin menciptakan ruang belajar yang benar-benar ramah anak,” kata Heri.(HS)