in

Menteri PPPA dan Bupati Hadiri Milad Ke-40 Ponpes Nurul Huda Sragen

Perayaan milad atau HUT Ke-40 Pondok Pesantren Nurul Huda di Desa Plosorejo, Kecamatan Gondang, Sragen, dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri PPPA Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi dan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas. (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN –  Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi menekankan pentingnya peran pesantren, dalam membentuk karakter dan ketahanan moral generasi muda, khususnya dalam menghadapi tantangan zaman.

Hal itu disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, ketika bersama Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menghadiri milad Pondok Pesantren Nurul Huda di Desa Plosorejo, Kecamatan Gondang, Sragen, belum lama ini.

“Di pesantren, anak-anak diajarkan hidup prihatin, memperbanyak ibadah, menjauhi gadget, dan membentuk karakter yang kuat,” kata Menteri PPPA, seperti dirilis sragenkab.go.id.

Menteri PPPA juga mengungkapkan hasil survei tahun 2024, yang menunjukkan bahwa 1 dari 2 anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan.

Menurut dia, hal ini menjadi pengingat bahwa anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman dan penuh nilai, seperti yang ditanamkan di pesantren.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pendidikan yang tak hanya mengasah ilmu, tetapi juga membentuk akhlak dan spiritualitas.

“Santri tidak boleh merasa minder, karena santri bisa menjadi apa saja. Saat ini, banyak perusahaan besar justru memilih lulusan pesantren karena akhlaknya yang teruji. Ilmu dapat dipelajari dalam waktu singkat, tetapi karakter dan kejujuran membutuhkan proses panjang dan tidak bisa dibentuk seketika”. lanjutnya.

Dirinya juga menitipkan pesan pentingnya penguatan peran keluarga dalam mencetak generasi yang berkualitas. Ia juga mendorong adanya gerakan kebersamaan orang tua dalam mendidik anak.

“Mari kita wujudkan perempuan berdaya anak terlindungi menuju Indonesia emas 2045,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sigit Pamungkas menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kiprah panjang Ponpes Nurul Huda, yang telah membawa manfaat luas, tidak hanya bagi santri, namun juga masyarakat Sragen secara keseluruhan.

“Ini merupakan berkah besar, bukan hanya untuk Pondok Pesantren Nurul Huda, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Sragen. Malam ini kita disatukan dalam suasana yang guyub, rukun, dan penuh kekeluargaan,” ungkap Bupati. (HS-08)

Grobogan Juara Lomba Konten TikTok Putra Jambore Pendidikan Kesetaraan Tingkat Jateng di Banjarnegara

Dukung Program Healthy Aging,  Pemkab Sragen Launching Sekolah Lansia