HALO KENDAL – Ribuan pembalap motor trail dari berbagai negara unjuk kebolehan di ajang Hard Enduro Internasional ke-7 yang diselenggarakan oleh Hiu Selatan, di lintasan sirkuit di Stadion Utama Kendal dan di Desa Sumberejo Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Sabtu – Minggu (5-6/7/2025).
Kompetisi Hiu Selatan International Hard Enduro ke-7 merupakan kompetisi motor trail ekstrem bertaraf Internasional. Kompetisi ini memadukan adu skill ekstrem yaitu hill climb dan enduro, serta kekompakan komunitas dan sebagai wujud dalam mempromosikan potensi daerah.
Kompetensi dengan jumlah peserta sekitar 5.000 yang berasal dari 14 negara tersebut, juga diikuti 10 rider Hard Enduro Kelas Internasional. Di antaranya Mario Roman dan Alfredo Gomez yang berasar dari Spanyol.
Alfredo Gomez nampak menikmati rintangan dan berhasil melewati sirkuit ekstrem di kualifikasi hiu klas. Ia juga mengaku, medan sekuit di Kendal cukup ekstrem untuk ditaklukan, namun akhirnya berhasil juga.
“Di kualifikasi hiu klas medannya cukup ekstrem dan tidak mudah untuk dilewati. Namun perjuangan tidak menghianati hasil,” ujarnya, sambil mengatakan siap mengikuti final Raja Tanjakan.
Selain itu, peserta lokal dari berbagai daerah di Indonesia juga menunjukan kebolehannya dalam acara tersebut, yang mana ikut dalam klas FFA Lokal Open 35 dan 45.
Rider asal Magelang, Sidor mengungkapkan, dirinya telah berhasil melewati sirkuit di klas FFA Lokal Open 45. la juga mengaku medan sirkuit di Kendal ini sangat ekstrem.
“Alhamdulillah bisa melewati medan yang sangat ekstrem di Kendal ini. Rasanya senang, karena ini baru pertama kali saya melewati medan yang sangat ekstremnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyapa salah satu rider asal Iran. Ia pun mengaku bangga karena event olahraga ekstrem itu mampu menarik perhatian dunia.
“Terima kasih kepada para peserta dari luar negeri yang telah mengikuti ajang Hiu Selatan Hard Enduro di Kabupaten Kendal. Ini menjadi bukti, bahwa Jawa Tengah punya daya tarik internasional,” ungkapnya.
Menurut Luthfi, penyelenggaraan event berdampak positif terhadap perekonomian lokal, terutama sektor perhotelan di Semarang maupun Kendal dan juga UMKM.
“Kita patut bangga dan apresiasi digelarnya event ini. Karena membuay hotel-hotel di Kabupaten Kendal dan Kota Semarang penuh. Para pelaku UMKM lokal juga ikut merasakan manfaatnya. Ini bukti kegiatan seperti ini memberi efek ekonomi yang nyata,” ujarnya. (HS-06)