HALO SEMARANG – Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) mengeluhkan cakupan layanan perpipaan yang masih rendah dibandingkan dengan total jumlah penduduk.
Hal itu diungkapkan Ketua Umum Perpamsi, Arief Wisnu Cahyono dalam pertemuan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, di Kantor Kementerian PU, baru-baru ini.
Pertemuan ini membahas mengenai perkembangan layanan air minum perpipaan di Indonesia.
Menurut Arief, salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan air minum, adalah tarif yang dinilai kurang menarik dan biaya rehabilitasi aset.
“Kami juga ingin menyampaikan harapan beberapa program Kementerian PU, yang perlu didorong, salah satunya program regionalisasi,” kata Arief, seperti dirilis pu.go.id.
Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, menyampaikan Kementerian PU terus berkomitmen dalam mendukung penyediaan air minum yang bersih, layak dan sehat, serta mendorong peningkatan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Terima kasih atas masukan-masukannya, diskusi ini dapat untuk merumuskan langkah-langkah dalam mendukung air minum,” kata Menteri Dody.
Kementerian PU dalam mendukung layanan air perpipaan di Indonesia, salah satunya membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional, yang merupakan sistem terpadu untuk optimasi pelayanan air bersih untuk beberapa daerah.
Salah satunya SPAM Regional Wosusokas diproyeksikan untuk menambah layanan air minum perpipaan sebanyak 60.000 Sambungan Rumah (SR) untuk masyarakat di Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, dan Kota Surakarta.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri PU Bidang Teknologi dan Kepatuhan Intern Syamsul Bachri Yusuf dan Sekretaris Umum Perpamsi Rino Indira Gusniawan. (HS-08)