HALO SEMARANG – Polda Jateng meminta kepada setiap jajaran untuk mengamankan objek wisata di daerahnya dari sarang pungutan liar (pungli). Hal ini agar wisatawan bisa merasa aman dan nyaman ketika berkunjung di Jawa Tengah.
Terlebih hal tersebut akan sangat menguntungkan bagi warga lokal yang menjadikan tempat wisata sebagai kesempatan untuk mencari rupiah.
Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Latif Usman mewanti-wanti jajarannya agar praktik pungli tidak sampai terjadi di objek wisata. Khususnya di kawasan wisata nasional seperti Magelang dan Wonosobo. Latif menyebut, dua polres tersebut memiliki wisata nasional seperti Borobudur dan Kawasan Wisata Dieng.
“Jadi kami prioritaskan di tempat wisata tersebut. Orang berwisata di sana jangan sampai terjadi pungutan liar,” ujarnya, Rabu (4/6/2025).
Dia juga meminta kepada setiap masyarakat untuk berani melapor manakala menjadi korban pungli atau tindakan premanisme. Pihaknya memastikan akan memproses hukum bagi siapapun yang mengganggu ketertiban dan keamanan.
Meski kegiatan operasi brantas preman telah usai, kepolisian akan terus melakukan penindakan untuk menjaga kondusifitas di masyarakat. Pihaknya bakal terus melakukan penindakan terutama yang menganggu ketertiban masyarakat. Latif pun meminta anak buahnya agar tak menjadi pelindung bagi tindakan premanisme.
“Misal ada laporkan nanti kami libas. Tidak ada beking. Masyarakat harus nyaman dan aman,” tandasnya. (HS-06)