HALO KENDAL – Sebanyak 535 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Kendal akan mendapatkan bantuan biaya perbaikan rumah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.
Hal itu disampaikan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang meninjau RTLH di Dukuh Rancang RT 03 RW 05, Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Selasa (3/6/2025).
“Akan dapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Khusus di Desa Pucangrejo Kendal ini ada sepuluh unit rumah tak layak huni yang mendapat bantuan provinsi untuk peningkatan kualitas rumah,” ujarnya.
Bupati menyebut, pada tahap pertama di bulan Juni sudah proses pencarian sebanyak 66 unit. Dirinya juga mengaku, sudah menyampaikan kepada Gubernur supaya ditambah.
“Bantuan perbaikan RTLH, selain bantuan dari provinsi, juga bantuan dari APBD Kabupaten Kendal sebanyak 170 unit. Selain itu ada bantuan dari DAK sebanyak 47 unit dan 44 pembangunan rumah baru, juga ada bantuan dari Baznas sebanyak sepuluh unit,” ungkapnya.
Bupati menjelaskan, saat ini di Kabupaten Kendal masih ada sekitar 32.000 RTLH. Sehingga secara bertahap bantuan perbaikan akan terus diupayakan sampai tuntas.
“Jumlah RTLH di Kabupaten Kendal masih banyak, jadi kami harus terus mengupayakan perbaikan,” imbuhnya.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menjelaskan, bantuan pembangunan RTLH di Jawa Tengah tahun 2025 ini ada 17.000 unit. Masing-masing mendapat bantuan sebesar Rp 20 juta untuk perbaikan rumah.
“Biaya perbaikan RTLH yang disalurkan tahun 2025, merupakan program Bantuan Keuangan Provinsi yang langsung disalurkan kepada pemerintah desa. Harapannya dengan bantuan ini dapat mengikis kemiskinan ekstrim di Jawa Tengah,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan mengatakan, program perumahan merupakan program prioritas Gubernur Jawa Tengah tentang penyediaan layanan dasar bagi masyarakat.
Dijelaskan, program perumahan juga untuk mendukung program nasional perbaikan rumah untuk 3 juta rumah.
Untuk tahun 2025, Pemprov Jateng telah mengalokasikan 17.000 unit untuk peningkatan kualitas rumah yang tersebar di berbagai daerah.
“Pencairan bantuan biaya perbaikan RTLH pada tahap pertama di bulan Juni 2025 ini sebanyak 3.000 unit lebih,” jelas Boedyo Dharmawan. (HS-06)