in

Jelang Idul Adha Penjualan Hewan Kurban di Kendal Cenderung Menurun

Lapak jualan hewan kurban di pertigaan Purin Kendal.

HALO KENDAL – Menjelang Idul Adha 1446 Hijriah, beberapa pedagang hewan kurban dadakan mulai muncul di berbagai sudut jalan dan lahan kosong di Kendal. Seperti yang terlihat di pertigaan jalan tembus Purin, Trompo, dan Sekopek Kaliwungu.

Para pedagang mengaku, jika penjualan hewan kurban pada tahun ini cenderung menurun. Hal itu dikarenakan empat hari menjelang Idul Adha kondisi masih sepi.

Seperti diungkapkan salah seorang pedagang kambing kurban di kawasan pertigaan jalan tembus Purin, Purwo yang mengaku, jika penjualan tidak seramai tahun lalu.

Dirinya yang baru empat hari berjualan di kawasan tersebut juga mengatakan, pembeli biasanya baru ramai pada dua hari menjelang hari H.

“Penjualan kambing kurban tahun ini terbilang masih sepi. Biasanya kurang dua hari baru ramai. Banyak pembeli yang memilih beli mendekati hari H supaya tidak repot merawat hewan terlalu lama,” ujarnya, Selasa (3/6/2025).

Terkait harga, Purwo menyebut untuk tahun ini masih tergolong stabil dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ia juga membeberkan, untuk hewan kambing lokal dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 6 juta per ekor, tergantung ukuran dan beratnya.

“Kalau kambing yang harganya mencapai enam juta rupiah itu biasanya beratnya antara 70 sampai 75 kilogram dalam kondisi masij hidup,” imbuhnya.

Purwo memastikan, seluruh kambing yang dirinya jual telah melalui pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan. Semua hewan kurban yang ia sediakan dalam kondisi sehat dan sudah memenuhi syarat usia, yakni lebih dari dua tahun.

“Dengan mendekatinya momentum Hari Raya Idul Adha, kami para pedagang berharap permintaan kambing kurban segera bisa meningkat dalam beberapa hari ke depan. Supaya kambing-kambing kami laku,” ungkapnya.

Sementara pedagang hewan kurban lainnya, Arif Fajar Hidayat juga mengatakan, jika penjualan pada tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

“Kami selama ini berjualan retail melalui online dan juga melakukan kerjasama dengan lembaga zakat dan yayasan. Penjualannya menurun sekitar 40 sampai 50 persen dari tahun lalu,” ujarnya melalui pesan singkat.(HS)

Hindari Potensi yang Menggangu Ketertiban Umum, Kelulusan Siswa SMP di Kendal Dilaksanakan Sore Hari

LHKP Muhammadiyah Jateng Rilis Survei 100 Hari Luthfi-Yasin, Sektor Pendidikan Paling Menonjol