in

Buka Musda Pepadi, Bupati Cilacap: Dalang Jangan Sampai Ketinggalan Zaman

Pergelaran wayang kulit dalam Musda Pepadi Cilacap, Minggu (1/6/2025) di Pendopo Wijayakusuma Cakti. (Foto : cilacapkab.go.id)

 

HALO CILACAP – Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengharapkan para dalang bisa terus meningkatkan skill dan performa, agar kesenian wayang makin dicintai masyarakat segala usia.

Harapan itu disampaikan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, ketika membuka Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Cilacap, Minggu (01/06/2025) di Pendopo Wijayakusuma Cakti.

Bupati Cilacap menyatakan memberikan dukungan penuh dan berkomitmen akan menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya bangsa termasuk seni pedalangan.

Ia juga berharap agar pelaksanaan musda akan menghasilkan pepimpin organisasi yang bisa membawa pedalangan di Kabupaten Cilacap semakin sukses dan terdepan.

“Ke depannya kami akan selalu mendukung pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Cilacap, khususnya wayang, asalkan para dalang juga berkomitmen akan terus meningkatkan skill dan performanya sehingga akan semakin banyak masyarakat yang antusias menyaksikan wayang dan bisa dipahami oleh berbagai usia baik orang tua maupun anak,” kata Bupati, seperti dirilis cilacapkab.go.id.

Untuk diketahui, dalang merupakan sebuah profesi yang adiluhung, timbul dari hati nurani, dilandaskan oleh jiwa seni dan didasarkan oleh budaya Indonesia.

Sedangkan Pepadi sebagai lembaga yang menaungi dalang, seniman, dan masyarakat pecinta seni pedalangan yang berdiri sejak tahun 1971 telah menjadi wadah strategis dalam membangun komunikasi, meningkatkan kualitas serta kaderisasi dalang-dalang baru yang profesional dan memiliki wawasan kebangsaan.

Sementara itu Musda Pepadi dihadiri oleh para dalang perwakilan anggota Pepadi dari 24 Kecamatan di Kabupaten Cilacap.

Dalam laporannya, Ketua Penyelenggara Musda Pepadi Kabupaten Cilacap Tahun 2025, Kyai Raden Tunjung, menjelaskan bahwa musda ini didasari oleh Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang organisasi kemasyarakatan, di mana musda digelar selama satu kali dalam lima tahun untuk menentukan pemimpin dan kepengurusan.

“Saya menekankan bahwa budaya Indonesia khususnya wayang tidak akan lenyap dimakan zaman jika antara pedalangan dan pemerintahan bersatu,” jelasnya. (HS-08)

Wabup Boyolali Sebut Seluruh Elemen Bangsa Berperan Bumikan Pancasila

Wakil Bupati Batang Tekankan Pancasila Bukan Sekadar Dokumen Histori