in

Pascabanjir,  DPUPR Blora Bersama BBWS Bengawan Solo dan Pemali Juwana Bersihkan Sampah Sungai

 

HALO BLORA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, bergerak cepat melakukan penanganan darurat pasca banjir yang melanda 14 kecamatan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Blora, Surat menjelaskan pihaknya bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan BBWS Bengawan Solo,  berkolaborasi melaksanakan tanggap darurat, pasca banjir di Kabupaten Blora, baru-baru ini.

“Sementara ini giat tanggap darurat dilaksanakan dengan memprioritaskan pembersihan sampah banjir pada alur sungai, kanal banjir dan saluran drainase, dan salah satunya dilakukan menindaklanjuti laporan warga desa Gedongsari terkait banjir akibat luapan sungai diperparah oleh tumpukan sampah dan bambu di hulu jembatan Badong. Tujuannya agar banjir tidak terulang dan fungsi sungai pulih. Alat berat kami masih di lokasi,” kata Surat, seperti dirilis blorakab.go.id.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat ikut menjaga kebersihan alur sungai, kanal banjir dan saluran drainase dengan cara tidak mengotorinya dengan sampah.

“Karena menjaga kebersihan lingkungan, saluran drainase, saluran kanal banjir dan sungai sesungguhnya merupakan bagian dari ibadah kita kepada Tuhan dan memberikan manfaat bagi sesama,” ajaknya.

Surat menambahkan, sekecil apapun usaha kita untuk ikut menjaga kelestarian alam, hutan dan lingkungan kita sesungguhnya merupakan langkah besar kita untuk mencegah terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor.

“Mitigasi banjir dimulai dari disiplin warga. Buang sampah pada tempatnya,” tegasnya.

Sekecil apapun usaha kita untuk ikut menjaga kelestarian alam, hutan dan lingkungan kita sesungguhnya merupakan langkah besar kita untuk mencegah terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor.

Ia mengingatkan pada masyarakat suapaya waspada terhadap cuaca ekstrim yang diprediksi BMKG berlanjut hingga minggu-minggu mendatang.

“Jika hujan deras 3-4 jam terjadi, warga harus siap siaga dan memeriksa saluran drainase di lingkungan masing-masing,” pesannya.

Terkait Penanganan Jangka Panjang Reboisasi dan Tata Kelola Lahan. Pasca banjir, Pemkab Blora akan menggelar rapat koordinasi lintas sektor, melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhutani, untuk menata ulang daerah aliran sungai (DAS) kritis.

“Reboisasi dengan tanaman keras di hutan kritis dan pengendalian perubahan lahan jadi kunci pencegahan banjir ke depan,” jelasnya. (HS-08)

Pemkab Rembang Siap Tindaklanjuti 24 Rekomendasi DPRD atas LKPJ 2024

Polres Tegal Intensifkan Patroli di Pasar untuk Cegah Premanisme dan Pungli