in

Rayakan HUT Ke-279, Sragen Teguhkan Jati Diri sebagai The Land of Java Man

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas bersama para pemeran Pithecanthropus erectus, dalam Perayaan HUT Ke-279 Sragen bertema “The Land of Java Man” atau tanah kelahiran manusia Jawa. (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen menggelar rangkaian acara di berbagai kecamatan, untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-279 Kabupaten Sragen.

Dalam perayaan itu Pemkab Sragen mengusung tema “The Land of Java Man” atau tanah kelahiran manusia Jawa, untuk mempertegas identitas Sragen sebagai kawasan dengan sejarah peradaban manusia purba.

Manusia Jawa Purba atau Homo erectus adalah jenis “manusia yang berjalan tegak” yang fosilnya pertama kali ditemukan oleh Eugène Dubois, pemimpin tim yang berhasil menemukan fosil tengkoraknya di Trinil, Ngawi, 1891.

Makhluk mirip manusia modern dengan nama ilmiah Pithecanthropus erectus ini juga banyak ditemukan di situs Sangiran. Situs Sangiran ini berada di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar, keduanya di Provinsi Jawa Tengah.

Adapun terkait pembukaan acara HUT Sragen kali ini, ditandai dengan digelarnya Sragen Creative Festival Seni dan Budaya, di dua lokasi yaitu Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe dan Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong pada Sabtu (3/5/2025).

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, Wakil Bupati, Suroto, Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen, perwakilan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sragen, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat dari masing-masing kecamatan.

Di Desa Krikilan, Kalijambe yang dikenal sebagai lokasi situs purbakala Sangiran, digelar pertunjukan seni dari warga lokal.

Penampilan tari tradisional, pembacaan puisi, hingga teatrikal bertema Manusia Purba Sangiran mewarnai penggung hiburan yang sarat pesan budaya dan sejarah yang membangkitkan kesadaran akan pentingnya warisan budaya Sragen yang mendunia.

Sementara itu, di Desa Brangkal, Gemolong, masyarakat dimanjakan dengan pertunjukan musik yang turut menampilkan musisi lokal Sragen.

Kedua lokasi acara dipenuhi antusiasme warga yang datang untuk menyaksikan dan merayakan warisan budaya.

Dalam pidatonya di Desa Krikilan, Bupati Sigit Pamungkas menegaskan pentingnya tema “The Land of Java Man” sebagai bagian dari upaya memperkuat jati diri Sragen sebagai daerah yang memiliki sejarah peradaban yang sangat tua dan agung.

“Jejak peradaban Sragen sudah ada sebelum Mataram Islam, bahkan sebelum Kerajaan Pajang, Demak, Majapahit, Singasari, Kediri, Kahuripan, hingga Mataram Kuno. Artinya, Sragen memiliki jejak sejarah yang melampaui kerajaan-kerajaan besar Nusantara,” tutur Bupati Sigit.

Ia menambahkan bahwa Sragen bukan hanya tempat tinggal, tetapi tanah yang menyimpan peradaban manusia yang membentuk masa kini.

“Sragen memiliki sejarah panjang dan agung. Jejaknya berkontribusi pada kehidupan manusia masa kini. Kita tidak hanya merayakan ulang tahun, tapi juga menghormati perjalanan panjang peradaban ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sigit juga menyampaikan beberapa kebijakan yang telah dan akan dilaksanakan selama masa jabatannya. Kebijakan tersebut mencerminkan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat kecil, pendidikan, dan kepedulian lingkungan.

Pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk warga miskin, penyandang disabilitas, guru berpenghasilan rendah, dan para veteran.

Pemberian insentif bagi guru PAUD mulai tahun 2026 sebesar Rp300.000–Rp600.000 per bulan, tergantung masa kerja.

Gerakan Jumat Gotong Royong, di mana ASN dan aparat pemerintah daerah setiap hari Jumat turun langsung ke masyarakat untuk bergotong royong, menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Acara pembukaan ini menjadi penanda dimulainya berbagai rangkaian kegiatan HUT Sragen ke-279 yang akan dilangsungkan di berbagai kecamatan. Selain merayakan usia Sragen yang hampir tiga abad, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan identitas sejarah, pengembangan budaya lokal, dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Rangkaian HUT ini tidak hanya membangkitkan semangat kebanggaan warga Sragen, tetapi juga menjadi ajang pengingat bahwa Sragen adalah tempat lahirnya sejarah manusia purba, dan kini menjadi rumah bagi pembangunan peradaban masa depan. (HS-08)

Abdul Mu’ti Tegaskan Dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Majukan Pendidikan di Sragen

Ahmad Luthfi Jadikan Kantor Gubernur Jateng sebagai Rumah Rakyat