in

Penambang Galian C Dapat Penghargaan, Wabup Kendal : Kalau Pajaknya Cuma Segitu, Bapenda yang Nggak Benar

Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi (foto istimewa)

HALO KENDAL – Wakil Bupati (Wabup) Kendal Benny Karnadi mengaku kaget mengetahui ada perusahaan galian C yang mendapat penghargaan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dari sektor Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Menurut mantan Anggota DPRD Jateng tersebut, nilai pajak galian C tidak sebanding dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat jumlah penambang yang ada di Kendal. Ia pun meminta kepada Bapenda untuk menghitung kembali terkait target pajak dari penambang sesuai realita di lapangan.

“Itu yang tidak benar Bapenda Kendal. Karena target seharusnya benar-benar dihitung. Tadi ada yang ngomong di satu tempat penambangan ada 200 truk per hari. Nah seandainya 200 truk, kalau truknya kecil aja kali 5 kubik, kali Rp 4 ribu, sehari Rp 4 juta. Sebulannya Rp 120 juta. Kok bayar pajaknya hanya Rp 20 juta, terus dapat penghargaan itu apa, tidak jelas sekali,” kata Wabup saat dikonfirmasi, Kamis (1/5/2025).

Ia pun kembali menegaskan, pajak yang disetorkan para penambang tersebut dinilai tidak sebanding dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan, terutama jalan rusak dan berdebu.

“Mereka (penambang) yang untung, kita yang memperbaiki jalan. Harusnya targetnya Rp 20 miliar. Seperti DBHCHT itu, alokasinya kembali ke masyarakat. Kalau Rp 1,5 miliar itu dikembalikan untuk rehabilitasi jalan di wilayah tambang itu tidak ada efeknya,” tandas Wabup.

Untuk itu, pihaknya akan berupaya, supaya pendapatan pajak dari sektor MBLB yang disetorkan para penambang galian C di Kendal dapat dinaikkan.

“Kita mungkin segera bikin desk khusus untuk masalah ini supaya lebih maksimal lagi. Kebanyakan masalah tambang itu kan masalah jalan rusak, gangguan lingkungan. Dari pajak yang bisa kita maksimalkan kita akan kembalikan ke masyarakat,” jelas Wabup.

Terpisah, Kepala Bapenda Kendal, Abdul Wahab mengakui, bahwa target pendapatan pajak dari penambang yang hanya sebesar Rp 1,5 miliar memang masih terlalu kecil dibandingkan jumlah penambangan yang ada di Kendal.

“Kita akui masih kecil dengan nilai segitu. Upaya kita, ya paling melaksanakan intensifikasi, jadi kita mencocokkan yang diambil dengan yang dibayar, itu saja. Ya cuma itu yang bisa kita lakukan saat ini,” ujarnya. (HS-06)

 

Peringatan May Day, Kapolri Akui Buruh Pilar Penting Pembangunan Ekonomi Nasional

Peringatan Mayday, Pemkab Kendal Gelar Sarasehan