HALO SEMARANG – Petani binaan Lembaga Amil Zakat (LAZ) BaitulMaalKu dan BaitulMaal Munzalan Indonesia, di Kampung Babakan Tirtasari, Pangalengan, Kabupaten Bandung, berhasil memanen 30 ton kentang dari lahan seluas satu hektare, baru-baru ini.
Panen ini merupakan hasil dari Program Bina Petani Sejahtera (Pintara), sebuah inisiatif zakat produktif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani.
Sebelumnya, produksi kentang di wilayah ini hanya mencapai 20 ton per siklus tanam.
Dengan adanya pendampingan intensif, hasil panen meningkat signifikan, menghasilkan pendapatan kotor Rp250 juta dan keuntungan bersih Rp30 juta bagi petani dan masyarakat sekitar.
Program ini melibatkan tiga petani dan 20 buruh tani dalam satu siklus tanam selama empat bulan.
Keberhasilannya menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat yang tepat dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata.
Panen kali ini dihadiri Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, CEO LAZ BaitulMaalKu, Yeni Nurjanah, serta perwakilan LAZ BaitulMaal Munzalan Indonesia.
Dalam sambutannya, Waryono menegaskan bahwa zakat produktif bisa menjadi solusi bagi petani dalam meningkatkan taraf hidup mereka.
“Zakat yang dikelola dengan baik tidak hanya membantu petani bertahan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka. Pendampingan ekonomi dan spiritual menjadi faktor keberhasilan,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id.
Ia juga berharap, petani dapat mengolah hasil panen yang tidak memenuhi standar pasar, menjadi produk turunan seperti keripik dan tepung kentang agar nilai jualnya lebih tinggi.
“Dengan inovasi pascapanen, petani bisa mendapat keuntungan lebih besar daripada hanya menjual hasil panen dalam bentuk mentah,” katanya.
Selain itu, Waryono menekankan pentingnya pemanfaatan lahan wakaf sebagai strategi peningkatan kesejahteraan petani.
“Selain mengoptimalkan hasil pertanian, lahan wakaf juga bisa dikembangkan untuk aktivitas ekonomi lain yang mendukung kemandirian petani,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya validasi penerima manfaat zakat agar tidak terjadi tumpang tindih dengan bantuan pemerintah, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP).
“Negara harus memastikan bahwa anak-anak petani memiliki akses pendidikan yang lebih baik dan tidak mewarisi kemiskinan,” tambahnya.
Acara panen ini ditutup dengan panen simbolis yang diikuti petani serta tamu undangan.
Hal ini menjadi bukti bahwa zakat dapat berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan menciptakan perubahan sosial yang lebih luas. (HS-08)