in

Baznas Tingkatkan Target di 2025, Bupati Rembang Mengaku Siap Potong Gaji Halo

Ketua Baznas Rembang, Mohammad Ali Anshory, bersama Bupati Rembang, Harno, dan Wabup Rembang M Hanies Cholil Barro, dalam acara penyalurkan santunan kepada 400 anak yatim dan yatim piatu se-Kabupaten Rembang di Pendopo Museum Kartini, Selasa (25/3/2025),

 

HALO REMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rembang, menargetkan peningkatan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), dari Rp10,3 miliar pada 2024, menjadi Rp11,3 miliar tahun ini.

Ketua Baznas Rembang, Mohammad Ali Anshory, dalam acara penyalurkan santunan kepada 400 anak yatim dan yatim piatu se-Kabupaten Rembang di Pendopo Museum Kartini, Selasa (25/3/2025), mengungkapkan bahwa realisasi ZIS pada 2024, hanya mencapai sekitar Rp4,7 miliar dari target Rp10,3 miliar.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Baznas, terlebih dengan kenaikan target sebesar Rp1 miliar pada 2025.

“Jadi, tantangan Baznas masih cukup besar untuk bisa memberikan manfaat kepada umat, utamanya dari para muzakki, munfiq, dan mushaddiq,” kata dia, seperti dirilis rembangkab.go.id.

Untuk mencapai target tersebut, Baznas berharap Bupati Rembang dapat mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN), agar lebih aktif dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah.

“Mohon berkenan kepada Bapak Bupati, bagaimana caranya agar perolehan zakat, infak, dan sedekah di Baznas bisa meningkat,” ucapnya.

Sementara itu dalam acara penyalurkan santunan kepada 400 anak yatim dan yatim piatu se-Kabupaten Rembang di Pendopo Museum Kartini, Selasa (25/3), .Ketua Baznas Rembang, Mohammad Ali Anshory, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin, untuk membantu anak-anak yang membutuhkan, khususnya di bulan Ramadan. Ia berharap santunan ini dapat meringankan beban mereka serta memberikan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Jangan dinilai besarnya kecilnya santunan, tapi dinilai dari kasih sayang Pak Bupati kepada anak-anak. Pak Bupati insyaallah sayang kepada masyarakat Rembang semua,” ujarnya.

Bupati Rembang, Harno, mengakui bahwa kontribusi zakat dari ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rembang masih belum maksimal.

Sebagai bentuk komitmen, dia siap memotong 2,5 persen dari gajinya sebagai bupati, agar dapat menjadi teladan bagi ASN dalam berzakat.

“Kita berusaha bersama-sama untuk menyadarkan bapak-bapak dan ibu-ibu yang memiliki kewajiban (zakat). Termasuk saya sendiri sebagai bupati harus memberi contoh. Maka gaji saya nanti bisa langsung dipotong. Kalau hanya berbicara saja, percuma. Saya siap menjadi teladan di depan,” ungkapnya.

Harno berharap langkah ini dapat meningkatkan pengumpulan ZIS di Baznas sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Rembang.

Selain itu, upaya ini juga diharapkan dapat membantu pencapaian target ZIS pada 2025.

“Intinya capaian Baznas bisa meningkat dan ke depan bisa memberikan manfaat lebih banyak,” tutupnya. (HS-08)

Bupati Rembang Berangkarkan 4 Bus Jemput Ratusan Warganya Pulang Kampung

Kakorlantas Koordinasikan Persiapan Lokasi Flag Off One Way Nasional