in

Hadiri Bedah Buku Antologi Asal-Usul dan Kisah Desa, Sekda Karanganyar : Jadi Referensi Penting

Sekda Karanganyar, Timotius Suryadi, mewakili Bupati Karanganyar, Rober Christanto, memberikan sambutan dalam acara bedah buku berjudul Antologi Asal-Usul dan Kisah Desa di Kabupaten Karanganyar, yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karanganyar, Kamis (20/3/2025). (Foto : karanganyarkab.go.id)

 

HALO KARANGANYAR – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karanganyar, menggelar acara bedah buku berjudul Antologi Asal-Usul dan Kisah Desa di Kabupaten Karanganyar Kamis (20/3/2025).

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Timotius Suryadi, yang mewakili Bupati Karanganyar,  Rober Christanto, serta diikuti berbagai kalangan, termasuk akademisi, pemerhati sejarah, dan masyarakat umum.

Bedah buku ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dhina Mulatsih yang merupakan penulis legenda “Darpo Warsoyo” dalam buku antologi ini, serta. Slamet Riyadi, Sekretaris Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Karanganyar.

Kedua narasumber membahas secara mendalam mengenai latar belakang sejarah, budaya, serta kisah-kisah unik yang membentuk identitas desa-desa di Karanganyar.

Dalam sambutannya, Timotius Suryadi menyampaikan apresiasi terhadap hadirnya buku ini sebagai sumber literasi sejarah lokal yang berharga.

“Buku ini menjadi referensi penting bagi generasi muda untuk memahami asal-usul desa mereka, sehingga dapat menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan terhadap daerahnya,” kata dia, seperti dirilis karanganyarkab.go.id.

Sementara itu, Dhina Mulatsih menyoroti pentingnya pelestarian cerita rakyat, agar tidak punah seiring perkembangan zaman.

Ia juga menjelaskan proses riset dan penulisan legenda Darpo Warsoyo, yang menjadi bagian dari antologi ini.

Slamet Riyadi menambahkan bahwa buku ini berperan dalam memperkaya khazanah sejarah daerah.

“Kisah-kisah dalam buku ini tidak hanya sekadar cerita, tetapi juga menjadi bukti jejak sejarah yang dapat dikaji lebih lanjut oleh sejarawan dan masyarakat umum,” paparnya.

Acara ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan kepedulian terhadap sejarah lokal di Kabupaten Karanganyar.

Dengan adanya dokumentasi dalam bentuk buku, diharapkan generasi mendatang dapat terus mengenali dan melestarikan warisan budaya yang ada. (HS-08)

Bupati Karanganyar Tekankan Peran Bidan dalam Penurunan Angka Kematian hingga Stunting

Gerakan Pangan Murah di Sragen, Beras Bulog Dijual Rp11.200