HALO SEMARANG – Sebanyak 60 wirausaha muda dari Kota Semarang mengikuti pelatihan pemasaran melalui e-commerce dan e-katalog yang diadakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang. Kegiatan rutin ini diselenggarakan setiap tahun dan dihadiri oleh wirausaha muda terpilih dari berbagai kecamatan dan kelurahan di kota tersebut.
Pelatihan dilaksanakan di Gedung Juang 45, Jalan Pemuda, pada Rabu, 19 Februari 2025, dan menghadirkan sejumlah pembicara pakar, antara lain Pemimpin Redaksi salah satu media online di Jawa Tengah, Shodiqin; anggota Forum Wartawan Balaikota (Forwakot) Semarang, Sigit Hermawan; dan Ower Toko Sepatu, Sovan Haslin Pradana.
Dalam kesempatan tersebut, Shodiqin mendorong para peserta untuk memanfaatkan teknologi internet untuk meningkatkan penjualan produk, mengingat bahwa transaksi jual beli secara digital semakin berkembang pesat. Dia mengutip riset Kementerian Perdagangan RI yang menunjukkan bahwa jumlah pengguna e-commerce di Indonesia terus meningkat. Pada tahun 2023, tercatat sebanyak 58,63 juta pengguna, dan jumlah ini diperkirakan akan mencapai 99,1 juta pengguna pada tahun 2029.
“Data ini mencerminkan pertumbuhan pesat dalam penggunaan e-commerce, dengan semakin banyak konsumen beralih ke platform digital untuk memenuhi kebutuhan belanja, sehingga ini menjadi peluang besar bagi kita,” tegasnya.
Shodiqin juga mendorong peserta untuk memanfaatkan aplikasi marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli. Berdasarkan data dari Databooks by KataData dan SimilarWeb, Shopee menduduki peringkat pertama dengan pengunjung terbanyak pada tahun 2023, diikuti Tokopedia, Lazada, dan Blibli.
“Ini menunjukkan bahwa konsumen sudah memanfaatkan dunia digital untuk memenuhi kebutuhan mereka. Oleh karena itu, peluang ini harus dapat dimanfaatkan oleh para wirausaha,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta juga diajak untuk memaksimalkan media sosial dalam meningkatkan brand produk mereka dan memberikan layanan yang lebih baik. Menghadapi tantangan kompetisi yang semakin ketat, penting bagi pelaku usaha untuk terus meningkatkan keterampilan dan inovasi produk.
Sigit Hermawan, sebagai pemateri lainnya, menekankan pentingnya memiliki legalitas formal atau badan hukum dalam usaha. Hal ini akan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui e-katalog.
“E-katalog adalah sistem elektronik yang berisi daftar barang dan jasa yang dapat dibeli oleh pemerintah. Ini memberikan kesempatan bagi pelaku usaha, terutama di bidang makanan seperti snack dan katering, untuk menawarkan produk mereka, mengingat pemerintah sering mengadakan kegiatan rapat,” pungkasnya.
Dengan pelatihan ini, diharapkan para wirausaha muda Semarang dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk mengembangkan usaha mereka di era digital.(HS)