in

Hanya 3 Bulan, 1.176 Ternak di Grobogan Terjangkit PMK

Rapat penanganan PMK, yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, Minggu (9/2/2025) di Smartroom Dinas Komunikasi dan Informatika Demak. (Foto : demakkab.go.id)

 

HALO GROBOGAN –  Penyebaran penyakit mulut dan kuku yang tergolong cepat, membuat lebih dari 1.000 hewan ternak di Kabupaten Grobogan.

Hal itu terungkap dalam rapat penanganan PMK, yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, Minggu (9/2/2025) di Smartroom Dinas Komunikasi dan Informatika Demak.

Rapat diselenggarakan seusai Anang Armunanto mengikuti olahraga pagi bersama wartawan, dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2025.

Rapat dihadiri Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani, Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Setyo Hadi dan Sugeng Prasetyo, serta jajaran Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), BPBD, Disperakim, dan perangkat daerah lainnya.

Menurut data Pemkab Grobogan, sejak 1 November 2024, hingga 2 Februari 2025, tercatat 1.176 kasus PMK di Grobogan.

Adapun hewan yang terjangkit, mayoritas sapi. Namun demikian ada 4 kasus ditemukan pada kerbau.

Dari jumlah tersebut, 985 ekor masih terinfeksi, 109 sembuh, dan 82 lainnya mati. Dari hewan yang mati, 51 akibat penyakit dan 31 lainnya karena dipotong paksa.

Dalam rapat itu, semua pihak juga sepakat bahwa langkah cepat diperlukan untuk menghambat wabah PMK agar tidak meluas.

Lebih lanjut, Sekda Grobogan, Anang Armunanto mengatakan langkah-langkah penanganan telah berjalan sebelum pertemuan ini berlangsung.

Tim dari Disnakkan telah turun ke desa-desa terdampak, mendistribusikan cairan Eco Enzyme untuk menekan penyebaran virus.

Disinfeksi pasar hewan dilakukan secara berkala, memastikan area perdagangan tetap steril dan aman.

Vaksinasi pun terus berjalan, didampingi sosialisasi bagi peternak agar lebih disiplin dalam menjaga kebersihan kandang dan membatasi mobilitas hewan yang berisiko terinfeksi.

Ancaman PMK bukan sekadar angka dalam laporan. Di balik statistik, ada peternak yang terancam kehilangan mata pencaharian, ada roda ekonomi yang bisa tersendat. Jika dibiarkan berlarut, dampaknya bisa lebih luas.

Upaya pencegahan terus dilakukan, langkah-langkah penanganan diperkuat. Dengan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan peternak, diharapkan penyebaran PMK dapat ditekan dan sektor peternakan tetap terjaga. (HS-08)

Tangani Banjir, Pemkab Demak Libatkan Relawan dan Lintas Sektor

Polda Jateng Gelar Operasi Keselamatan Candi 2025 Selama Dua Pekan