HALO BREBES – Kementerian Pertanian RI memastikan Kabupaten Brebes tetap menjadi salah satu wilayah penyangga ketahanan pangan Nasional.
Hal itu disampaikan Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI, Yudi Sastro, ketika meninjau Jembatan Kali Derpa Desa Kertabesuki, beberapa waktu lalu, setelah banjir merendam banyak lahan pertanian di Kabupaten Brebes.
Selain Jembatan Kali Derpa , dia juga meninjau tanggul Sungai Pemali dan terowongan Tol Desa Sidamulya.
Peninjauan ini untuk memastikan Kota Bawang Merah tetap menjadi penyangga ketahanan pangan nasional.
“Target kesanggupan tanam, Brebes sudah di atas kesanggupan, di Februari Maret sampai April Brebes jangan turun prestasinya, dan kami kesini mencari ketidaksanggupan atau permasalahan penghambat baik dari irigasi maupun pupuk itu di mana?” kata Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Yudi Sastro, seperti dirilis brebeskab.go.id.
Yudi mengatakan, sesuai perintah Presiden, dia menelusuri potensi-potensi sawah yang bisa didorong untuk lokasi Luas Tambah Tanam (LTT), terkait swasembada pangan target tahun ini.
“Mau tidak mau harus ada lahan yang tidak ditanam, apa yang sudah dipanen segera diolah dan kembali ditanam, Brebes penyangga ketahanan pangan juga hortikultura pastikan perannya, padi, bawang merah, cabe dan lainnya kita jaga imbang dan jadi tulang punggung nasional,” tuturnya.
Lanjut Yudi, kebutuhan petani, misalnya pupuk, aturan sudah diarahkan sedemikian rupa, jadi petani tidak ada masalah dengan pupuk.
Kemudian perairan Kementerian PU sudah berkoordinasi dengan Kementan akan menormalisasi semua jaringan irigasi sampai ke depan fasilitas bendungan.
“Kementan sebagai fasilitator, kami siap membantu, silakan dikoordinasikan dengan PU, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), TNI maupun Polri siap bersinergi. Untuk dukungan hasil gabah petani, sekarang Harga Beli Pemerintah (HPP) Rp 6.500, ini insentif untuk petani sehingga lebih bersemangat,” terangnya.
Terkait bencana hidrometeorologi, kata Yudi, ini tugas bersama peninjauan langsung saling bahu membahu, dan tidak bisa sendiri karena semua unsur punya kepentingan peran masing-masing.
“Seperti kemarin di Cirebon kami bekerja sama dengan BBWS memakai alat berat menormalisasi saluran-saluran penyebab terjadinya banjir,” kata dia.
Pj Bupati Brebes, Djoko Gunawan menyampaikan Brebes mendukung program swasembada pangan nasional, apalagi ini program pemerintah pusat.
Dilaksanakan sesuai peraturan dan dari bantuan pun pemerintah pusat sudah membantu.
“Alhamdulillah kita patut bersyukur beberapa usulan untuk normalisasi sungai, irigasi dan bendungan sudah disampaikan ke bapak Dirjen, nanti kita bareng mengawal sehingga realisasi swasembada pangan bisa diwujudkan,” ucapnya.
Sementara itu, Gapoktan Desa Kertabesuki Didi menyampaikan, jumlah LTT di Desa Kertabesuki seluas 400-500 hektare.
“Untuk kendala adalah saat musim penghujan sungai Derpa tidak mampu menampung air dari anak sungai Pemali yang ada di sekitar wilayah Wanasari terutama Pantura, sehingga air menggenang di persawahan Desa Kertabesuki,” tuturnya. (HS-08)