in

Puluhan Warga Kebonharjo yang Kebanjiran Bertahan di Posko Bencana Carcentro Jambearum

Kondisi para pengungsi banjir tanggul jebol Patebon, di Posko Carcentro Jambearum Kendal, Rabu (22/1/2025).

HALO KENDAL – Puluhan korban banjir dampak jebolnya tanggul sungai Bodri di Patebon masih bertahan di posko-posko bencana yang ada di sekitar lokasi kejadian. Salah satunya di Posko Carcentro Jambearum Patebon Kendal, Rabu malam (22/1/2025).

Di area yang sebelumnya merupakan showroom mobil tersebut, nampak puluhan warga Patebon berlindung dan berteduh setelah rumah mereka diterjang banjir Selasa (21/1/2025).

Belum lagi kondisi Rabu malam (22/1/2025) sebagian besar wilayah Kabupaten Kendal hujan deras disertai angin, yang membuat para pengungsi kedinginan.

Para pengungsi bersama petugas pun menutupi area yang terhembus angin dan guyuran air hujan dengan menggunakan lembaran MMT bekas.

Mashuri selaku pemilik Carcentro, yang juga Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kendal mengatakan, dirinya menawarkan tempat kepada pihak terkait untuk dijadikan sebagai posko bencana banjir Patebon.

Diakui, alasan kemanusian yang mendorong dirinya untuk membantu sesama, terutama kepada masyarakat yang tertimpa musibah banjir.

“Ya, saya tergerak hati melihat saudara-saudara saya yang terdampak musibah banjir di wilayah Patebon. Saya siapkan tempat untuk posko bencana ini, ya meski seperi ini kondisinya. Alhamdulillah bermanfaat,” ungkap Mashuri.

Dikatakan, dari pihak pemerintah daerah dan tim gabungan juga ikut menjaga dan melayani para pengungsi dengan baik. Petugas dan relawan menyediakan kebutuhan, mulai dari makanan, minuman hingga kebutuhan untuk selimut, tempat tidur bagi para pengungsi.

Salah seorang pengungsi, Eko, warga RT 3 RW 4 Desa Kebonharjo mengaku, sebelumnya ada 28 warga, kemudian 35 warga, dan bertambah menjadi 48 warga yang berlindung di posko Carcentro Jambearum.

“Alhamdulillah, kami masih ada tempat yang bisa untuk berteduh dan berlindung kami. Apalagi kondisi malam ini hujannya deras, kasihan para pengungsi, terutama para ibu-ibu dan anak-anak, mereka kedinginan,” ungkap Eko.

Sementara mulai pukul 22.00 WIB, meski kondisi hujan deras, para petugas gabungan dari BPBD, SAR dan Damkar Kendal melakukan penyedotan air di Puskesmas Patebon II, yang sebelumnya terendam air setinggi satu meter lebih. (HS-06)

 

Pemkab Pekalongan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Kamis (23/1/2025)