in

Perpustakaan Daerah Rembang Kini Buka Setiap Hari

Pengunjung membaca buku di Perpusda Rembang. Perpustakaan tersebut kini buka pada hari Sabtu dan Minggu, untuk memudahkan masyarakat agar dapat berkunjung pada hari libur. (Foto : rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Rembang, resmi membuka pelayanan pada hari Sabtu dan Minggu, mulai  Sabtu (11/1/2025).

Dengan kebijakan ini, masyarakat kini dapat mengunjungi perpustakaan daerah setiap hari.

Kepala Dinarpus Rembang, Achmad Sholchan, menjelaskan bahwa keinginan membuka layanan perpustakaan setiap hari, sebenarnya sudah ada sejak sebelum gedung baru diresmikan.

Namun, beberapa hal teknis harus diselesaikan terlebih dahulu, termasuk penyesuaian jadwal kerja pegawai pada hari Sabtu.

“Kita tidak ada anggaran untuk lembur, jadi teman-teman kita ajak komunikasi untuk mengganti hari libur. Yang semula hari liburnya Sabtu dan Minggu, dialihkan di hari lain,” kata dia, seperti dirilis rembangkab.go.id.

Perpustakaan daerah akan buka mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB setiap hari Senin hingga Kamis, serta Sabtu dan Minggu. Khusus hari Jumat, perpustakaan hanya buka dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Kebijakan baru ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk pegiat literasi.

Salah satunya adalah Hikmah dari komunitas Lentera Kisik Kragan, yang menyambut baik langkah ini.

“Perpustakaan buka Sabtu dan Minggu itu artinya masyarakat bisa mengisi waktu di hari libur dengan datang ke perpustakaan yang baru. Jadi saya sangat mendukung adanya penambahan jam operasional perpustakaan daerah ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, gedung perpustakaan tersebut diresmikan Bupati Rembang H Abdul Hafidz, didampingi Wakil Bupati M. Hanies Cholil Barro’, Jumat (27/12/2024) silam.

Gedung yang dibangun dengan anggaran Rp 9,89 miliar tersebut, diharapkan menjadi pusat kegiatan literasi termegah di Kabupaten Rembang.

Gedung ini dirancang menyerupai rumah joglo dengan ukuran 28 x 28 meter dan dilengkapi fasilitas berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Lantai pertama difungsikan untuk layanan umum, kantor, perpustakaan digital, dan ruang khusus anak.

Sementara itu lantai kedua disediakan sebagai ruang baca remaja dan ruang baca umum untuk berbagai usia.

Dalam sambutannya, Bupati Hafidz mengimbau Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) untuk memaksimalkan fungsi gedung tersebut agar bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia menekankan pentingnya program-program inovatif yang mampu menarik minat masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan.

“Anak-anak sekolah harus dijadwal berkunjung ke sini. Tidak hanya anak sekolah, tetapi masyarakat di desa-desa juga harus digerakkan. Dengan demikian, perpustakaan ini dapat menjadi pusat informasi dan literasi yang luar biasa,” kata Hafidz.

Dinarpus juga didorong untuk menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah dan desa-desa guna menyusun jadwal kunjungan atau program wisata literasi.

Kepala Dinarpus Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan, menyatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan pegiat literasi untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan di gedung perpustakaan baru tersebut. Menurutnya, perpustakaan tidak hanya sekadar tempat membaca.

“Khusus ruang audio visual, kami akan membuat home theater atau bioskop mini yang ditujukan bagi anak-anak SD dan TK agar lebih tertarik. Pada 2025, sudah dianggarkan Rp200 juta melalui APBD untuk pengembangan ini,” ujar Sholchan.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerja Sama, dan Humas, Sri Marganingsih, menambahkan bahwa perpustakaan ini dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkreasi dan berinovasi.

“Perpustakaan bisa mengajak tim penggerak PKK dan komunitas lainnya untuk berkreasi, seperti melalui kegiatan menyulam dan lainnya,” tuturnya. (HS-08)

Perkuat Pencegahan BNPT Bangun Gedung Kesiapsiagaan Nasional

Jadi Narasumber Raker, Ketua PWRI Blora Sebut Tikus Bisa Jadi Raja Hutan Asal Dekat dengan Singa