HALO KENDAL – Jalur Pantura Kendal tepatnya di Jalan Raya Brangsong, Kabupaten Kendal saat ini kondisinya mulus usai dilakukan pengecoran. Namun hal itu malah disalah gunakan oleh para pengendara yang beraksi kebut-kebutan seenaknya.
Menurut sejumlah warga, mulusnya kondisi jalan raya tersebut menyelesaikan permasalahan terkait masalah akses jalan, yang sebelumnya berkonstruksi aspal dengan beberapa bagian terdapat lubang dan bergelombang.
Usai dilakukan pengecoran sepanjang 850 meter dari arah Semarang, dan 545 meter dari arah Jakarta, jalan Pantura Brangsong kini bak sirkuit balap. Pasalnya, banyak pengendara motor maupun pengemudi mobil yang memacu kendaraan dengan kecepatan cukup tinggi. Apalagi ketika kondisi jalan sepi, pengendara bak raja jalanan.
Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Engkos Sarkosi tak memungkiri dampak pengecoran jalan di Pantura Brangsong Kendal membuat pengendara kebut-kebutan.
Menurutnya, pengendara seringkali terbawa suasana ketika berkendara di kontur jalan yang nyaman dan mulus.
“Memang perbaikan jalan kemarin sudah selesai, tapi muncul masalah baru, banyak yang jadi pembalap dadakan karena jalannya mulus,” ujarnya, Sabtu (4/1/2025).
Engkos menuturkan, pihaknya juga beberapa kali menangani kasus kecelakaan di Pantura Brangsong Kendal yang ditengarai melaju dengan kecepatan tinggi. Padahal, hal itu bisa berbahaya saat berkendara dalam keadaan mengebut.
“Kami berharap pengguna jalan tetap memperhatikan kondisi jalanan meskipun konturnya sudah bagus. Tetap berhati-hati dan selalu patuhi rambu-rambu lalu lintas saat berkendara,” tandas Kasat Lantas.
Sementara itu, salah satu pemotor yang sering melintas di jalur Pantura Brangsong, Yuni mengatakan, dirinya kerap kali menjumpai kendaraan dengan kecepatan tinggi melintasi Pantura Brangsong Kendal.
“Saya memilih untuk menggunakan lajur kiri untuk menjaga jarak aman. Ya saya kan cewek ya, enggak berani kalau bawa motor kenceng. Pas lewat Pantura Brangsong sering ketemu orang naik motor kenceng wuss wuss gitu,” ungkapnya.
Yuni menjelaskan, perbaikan jalan berupa pengecoran di Pantura Brangsong Kendal ibarat pisau bermata dua. Jika tak dilakukan perbaikan, terdapat beberapa titik jalan yang berlubang dan bergelombang, namun jika kondisi jalan mulus malah banyak pengguna jalan yang saling kebut.
“Kalau saya yang sering lewat sini sebenarnya dilema juga ya, jalan bagus banyak yang ngebut. Tapi kalau enggak diperbaiki, juga bahaya banyak yang bergelombang dan berlubang jalannya,” jelasnya. (HS-06)