HALO KENDAL – Akibat hujan deras beberapa hari, sejumlah permukiman warga di wilayah Kecamatan Kendal kembali tergenang air, Kamis pagi (12/12/2024). Genangan air dengan tinggi bervariasi maksimal 40 sentimeter.
Beberapa kelurahan di kecamatan yang menjadi langganan banjir di antaranya, Balok, Ngilir, Patukangan, Pekauman, Langenharjo, Kalibuntu Wetan dan Kebondalem dengan ketinggian air yang masuk ke rumah warga bervariasi.
Seperti diungkapkan Abdul Rochim, warga Kelurahan Patukangan, Kendal, yang rumahnya mulai kemasukan air sejak dini hari.
“Genangan air yang masuk rumah di kampung kami ada yang 20 sentimeter, bahkan ada yang sampai setinggi lutut orang dewasa atau 40 sentimeter,” ungkapnya.
Rochim berharap, pemerintah bisa mencari solusi mengatasi banjir langganan dan mengantisipasi kemungkinan yang terjadi saat musim hujan dan limpasan sungai.
“Ini kejadian kan sudah menjadi langganan, dan dari luapan sungai. Tentu ada solusi yang diambil oleh pemerintah daerah setelah dilakukan pengkajian. Supaya kejadian tidak berulang-ulang,” harapnya.
Senada diungkapkan warga Kelurahan Kalibuntu, Ratna yang juga mengaku, jika banjir merupakan kejadian yang biasa bertahun-tahun, apalagi saat hujan dengan intensitas tinggi dan sungai meluap.
“Ya banjir seperti ini sudah biasa terjadi sejak dulu, kalau hujan terus menerus. Sepertinya tidak ada solusi dari pemerintah untuk mengatasinya. Jadi ya kami sebagai masyarakat menerima saja seperti ini,” ujarnya.
Sementara pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal sebelumnya Rabu (11/12/2024) telah menginformasikan adanya potensi hujan disertai angin kencang yang mengakibatkan banjir limpas sungai di berbagai wilayah kecamatan lainnya di Kendal.
Berdasarkan laporan BPBD beberapa wilayah yang persawahan dan jalan tergenang air, yaitu Desa Manggungsari Kecamatan Weleri, Desa Tejorejo Ringinarum, Desa Dawungsari Pegandon, dan Desa Protomulyo Kaliwungu Selatan. (HS-06)