HALO JAKARTA – Hasil survei Kementerian Perhubungan mencatat bakal ada pergerakan 110 juta masyarakat, selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Aan Suhanan, menyampaikan sebagian masyarakat akan bergerak ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Karena itu, Irjen Aan bersama Tim Survei melakukan pengecekan kesiapan jalur secara menyeluruh.
Tidak hanya Jalan Tol di wilayah Jawa Barat, mereka memeriksa kesiapan Jalan Tol di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Aan menyampaikan, pengecekan itu menjadi bagian dari persiapan Operasi Lilin 2024.
Hasil survei dari BKP Kementerian Perhubungan, menunjukkan bahwa tahun ini ada kenaikan pergerakan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru, sebesar 2,8 persen, dari 107 juta menjadi 110 juta orang.
“Sebagian besar pergerakan tersebut terjadi di Pulau Jawa, dengan tujuan utama mudik ke Jawa Tengah maupun Jawa Timur,” kata dia, Aan, Jumat (29/11/2024), seperti dirilis humas.polri.go.id,
Tidak hanya itu, Korlantas Polri juga mengantisipasi pergerakan masyarakat ke sejumlah destinasi wisata.
Apalagi hasil survei yang sama menunjukkan kenaikan pesat minat masyarakat untuk berwisata.
Aan menyampaikan bahwa banyak yang ingin berlibur ke daerah Yogyakarta, Semarang, dan beberapa destinasi wisata lainnya.
Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan, bersama tim survei, melakukan pengecekan kesiapan jalur tol dari Pos Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, menuju GT Kalikangkung, Jawa Tengah pada Kamis (28/11/2024).
Pengecekan ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Operasi Lilin 2024, mengingat berdasarkan survei dari Kementerian Perhubungan, diperkirakan akan terjadi peningkatan pergerakan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru 2025.
“Hasil survei dari BKP Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa tahun ini ada kenaikan pergerakan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru sebesar 2,8% dari 107 juta menjadi 110 juta orang. Sebagian besar pergerakan tersebut terjadi di Pulau Jawa, dengan tujuan utama mudik ke Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Selain itu, pergerakan untuk wisata juga meningkat pesat, dengan 47% masyarakat berencana melakukan perjalanan wisata, seperti ke Yogyakarta, Semarang, serta berbagai tempat wisata di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Hal ini perlu kita antisipasi,” ujar Kakorlantas Polri.
Untuk mendukung pelayanan optimal bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan menghabiskan libur akhir tahun, BPJT akan mengoperasikan jalur tol fungsional Yogyakarta – Solo untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama dan memberikan alternatif yang lebih lancar serta efisien bagi para pemudik.
“Tahun ini, kita akan mengoperasikan jalur tol Yogyakarta – Solo, khususnya dari KM 23 hingga Prambanan. Kami akan terus melakukan survei kelayakan jalur tol yang akan difungsionalkan ini, untuk memastikan keselamatan dan kelayakannya digunakan secara fungsional,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di jalur wisata, apabila volume kendaraan mengalami peningkatan dengan menerapkan sistem one way atau contraflow di Jawa Tengah dan Yogyakarta, seperti kawasan Dieng, Borobudur, Karanganyar, Malioboro, hingga wisata pantai di Gunung Kidul
“Jalur wisata juga telah kami persiapkan, terutama untuk wisata favorit di Jawa Tengah dan nasional, seperti Borobudur, Dieng, dan Karanganyar. Dari Dirlantas Jawa Tengah, kami juga sudah menyiapkan jalur wisata tersebut, termasuk antisipasi rekayasa lalu lintas. Jika volume arus lalu lintas cukup tinggi, kami akan menerapkan sistem one way atau contraflow di jalur wisata tersebut,” sambungnya.
Sementara itu, Kakorlantas juga menyampaikan bahwa Polda Jawa Tengah dan Polda Yogyakarta telah mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrem pada akhir tahun hingga awal tahun 2025, dengan intensitas hujan yang cukup tinggi. Kedua Polda tersebut telah mempersiapkan jalur-jalur alternatif untuk menghindari kawasan yang berisiko terdampak banjir.
“Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem pada akhir tahun dan awal tahun 2025, yang diperkirakan akan membawa curah hujan cukup tinggi, Polda Jateng dan Polda Yogyakarta sudah menginventarisir daerah-daerah yang rawan banjir dan telah menyiapkan jalur-jalur alternatif untuk menghindari kawasan yang terdampak,” kata dia.
Sebelumnya, Kakorlantas bersama stakeholder terkait telah melaksanakan survei ke Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Merak, Banten.
Survei ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan mempersiapkan langkah-langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan arus mudik serta memastikan kelancaran perjalanan masyarakat, baik melalui jalur darat maupun laut. (HS-08)