HALO SEMARANG – Puncak acara ulang tahun yang ke-11, Hotel Neo Candi Simpang Lima Semarang berlangsung meriah dan semarak. Acara di hari spesial tersebut mengambil tema Kejawen dengan tagline Jowo di Gowo, Budoyo di Jogo, Neo ing Dodo, dengan tujuan agar selalu mengingat budaya warisan leluhur yang ditunjukan secara bersama-sama menggunakan baju kebaya yang dipasangkan dengan kain jarik batik, dan juga lurik sampai berupa baju beskap.
Tak hanya itu, di acara ulang tahun Hotel Neo Candi Simpang Lima Semarang ini juga dimeriahkan dengan tari-tarian Jawa yang khas, seperti tari Fambyong, tari Sesonderan, dan masih banyak tarian Jawa lainnya.
Acara ini dihadiri oleh seluruh staff, serta perwakilan manajemen Hotel Neo Candi Simpang Lima Semarang. Acara ini dimulai dengan GSM (General Staff Meeting) dimana dalam GSM tersebut para staf diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluhan ataupun kendala mereka dalam bekerja. Dan juga mereka bisa menyampaikan kesan mereka selama menjadi bagian di Hotel Neo Candi Simpang Lima Semarang.
Ibnoe Ichwan Chambali, selaku Hotel Manager Neo Candi Simpang Lima Semarang mengatakan, selama kurun waktu 11 tahun ini, telah mendapatkan hasil positif disamping itu juga menghadapi berbagai macam tantangan yang membuat semakin baik.
“Sehingga kita menjadi lebih kuat dan lebih berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkapnya, Senin (30/9/2024).
“Dan besar harapan kami untuk bisa memberikan pelayanan dengan maksimal dan juga memberikan produk terbaik untuk para tamu kami,” imbuh Ibnoe Ichwan Chambali.
Fransiska Hepy Christa selaku Operational Manager Hotel Neo Candi Simpang Lima Semarang menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi kepada seluruh karyawan yang sangat senang antusias turut serta merayakan ulang tahun ke-11 ini, dengan banyak mengikuti kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan. Dia berharap momen ulang tahun Hotel Neo Candi Simpang Lima Semarang di 11 tahun ini dapat terus berkomitmen untuk memberikan pengalaman terbaik bagi tamu.
“Walau perayaan ulang tahun dibuat sederhana, namun bisa membawa kesan mendalam dan banyak arti,” pungkasnya. (HS-06)