HALO SEMARANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta daerah di sekitar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, mempersiapkan diri untuk menyokong kebutuhan pangan di kawasan tersebut.
Hal itu disampaikan Jokowi, ketika memberikan keterangan pers, setelah meninjau persediaan beras di Kompleks Pergudangan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Kamis (26/9/2024).
“Semuanya disiapkan. IKN-nya sendiri kan belum selesai, mungkin masih 10 tahun atau 15 tahun yang akan datang. Artinya, provinsi di sekitar IKN, kabupaten/kota di sekitar IKN harus mempersiapkan diri,” kata Presiden Jokowi, seperti dirilis tribratanews.polri.go.id.
Presiden Jokowi mencontohkan kebutuhan sayuran, buah hingga beras bisa disuplai dari daerah sekitar IKN.
“Misalnya, urusan suplai untuk sayurnya dari mana, suplai ayamnya dari mana, suplai berasnya dari mana,” ungkap Presiden Jokowi.
Jika kebutuhan tidak mencukupi dari Provinsi Kaltim, Presiden Jokowi mengatakan kebutuhan pangan untuk IKN juga bisa disuplai dari provinsi-provinsi lainnya.
Namun, Presiden Jokowi menyebut seharusnya Provinsi Kaltim bisa mendukung kebutuhan pangan untuk IKN tanpa harus suplai dari provinsi lain.
“Kalau tidak cukup berarti harus ambil dari provinsi lain, tetapi kalau bisa mestinya disiapkan dari Provinsi Kalimantan Timur sendiri, didukung oleh kabupaten di sekitar Ibu Kota Nusantara, baik buah, baik sayur, baik beras, dan bahan-bahan pokok lainnya sehingga betul-betul memberikan manfaat ekonomi pada masyarakat,” terang Presiden Jokowi.
Sementara itu dalam peninjauan ketersediaan beras di Komplek Pergudangan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (26/9/2024) Presiden juga menyerahkan bantuan cadangan pangan pemerintah
Dalam kunjungan ini, Presiden juga berdialog dengan masyarakat penerima manfaat yang hadir.
Presiden Jokowi menanyakan perkembangan distribusi beras untuk bulan Oktober dan kualitas dari beras yang diberikan.
“Sudah terima semua yang bulan Oktober? “Ada keluhan? Berasnya hitam? Tidak, berasnya bagus ya,” kata Presiden, seperti dirilis setkab.go.id.
Dalam kesempatan itu Jokowi juga memberikan pesan terkait masa transisi pemerintahan.
Mengingat masa jabatannya akan berakhir pada 20 Oktober 2024 mendatang, Presiden berharap program bantuan pangan ini dapat dilanjutkan oleh presiden terpilih, Prabowo Subianto.
“Nanti kalau ketemu Presiden terpilih Pak Prabowo, sampaikan Pak minta dilanjutkan, karena saya nanti tanggal 20 Oktober sudah purna tugas, sudah pensiun,” ucap Presiden.
Dalam suasana yang penuh keakraban, Presiden Jokowi juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada masyarakat.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat menjelang masa purna tugasnya.
“Pada kesempatan yang baik ini, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan, kekhilafan, kekurangan dalam saya membuat kebijakan-kebijakan untuk rakyat,” tutur Presiden.
Kunjungan ini menjadi langkah penting pemerintah dalam memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga dan program bantuan pangan berjalan dengan baik. Dengan dimulainya distribusi di Kabupaten Paser, Presiden berharap masyarakat di seluruh Indonesia dapat menerima manfaat dari program ini, terutama dalam menghadapi situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam peninjauan ini adalah Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional Raja Juli Antoni, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Dirut Bulog Wahyu Suparyono, Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik, dan Pj Bupati Paser M. Syirajudin. (HS-08)