in

Perawatan Rutin yang Sehat Ditekankan RSUD dr H Soewondo Kendal pada Hari Kesehatan Gigi Nasional 2024

Dokter Ryan saat memberikan pemahaman terkait gigi dan mulut di Poli Gigi RSUD dr H Soewondo Kendal, Kamis (12/9/2024).

HALO KENDAL – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Gigi Nasional 2024, RSUD dr H Soewondo Kendal menggelar Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) terkait Layanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Poli Gigi RSUD dr H Soewondo Kendal, Kamis (12/9/2024).

Humas RSUD dr H Soewondo Kendal, Sulistio mengatakan, kegiatan dalam rangka Hari Kesehatan Gigi Nasional 2024 diisi dengan pemberian pemahaman kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Diungkapkan, perawatan gigi adalah hal yang harus rutin dilakukan, untuk mencegah terjadinya gangguan pada gigi maupun gusi. Salah satunya yaitu sakit gigi, yang sebagian besar orang pernah mengalaminya.

“Semua orang pasti pernah merasakan sakit gigi. Di mana kondisi ketika bagian dalam atau sekitar gigi dan rahang terasa sakit atau nyeri. Tingkat keparahan nyeri tersebut bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Sakit gigi juga dapat hilang timbul atau berlangsung secara terus-menerus,” ungkap Sulis.

Untuk itu, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter gigi, supaya sakit gigi segera ditangani dengan tepat.

“Jika mengalami sakit gigi, sebaiknya segera temui dokter gigi untuk mencari tahu penyebabnya agar dapat diobati dengan tepat,” imbuh Sulis.

Dokter Ryan saat memberikan pemahaman terkait gigi dan mulut di Poli Gigi RSUD dr H Soewondo Kendal, Kamis (12/9/2024).

Penyebab Sakit Gigi

Sakit gigi biasanya muncul sebagai gejala dari suatu penyakit, baik itu penyakit yang berasal dari rongga mulut maupun bagian tubuh yang lain. Pemateri drg Ryan Iswardanu menyampaikan beberapa faktor penyebab sakit gigi, yang diakibatkan dari masalah dalam rongga mulut.

“Sakit gigi adalah kondisi ketika gigi mengalami rasa sakit atau nyeri, dengan tingkatan keparahan yang bervariasi. Pada kebanyakan kasus, ini adalah akibat dari berbagai masalah pada gusi ataupun gigi,” ujarnya.

Dokter Gigi Ryan menyebut, rasa sakit pada gigi biasanya terasa lebih parah di malam hari, atau saat berbaring. Sakit gigi memang dan sangat mengganggu. Tak hanya itu, rasa nyeri juga bisa memburuk ketika makan dan minum, terutama saat mengonsusi makanan atau minuman yang panas, dingin, terlalu manis, atau terlalu asam.

“Ada beberapa gangguan pada gigi, yaitu gigi berlubang, pembengkakan gusi, kemudian gusi tumbuh di tengah gigi, gigi renggang, juga gigi berjejal atau tidak beraturan. Bisa juga terjadianya impaksi dan juga adanya karang gigi,” bebernya.

Untuk mencegah terjadinya sakit gigi, lanjut dokter Ryan, bisa dilakukan dengan perawatan gigi, rutin berkunjung ke dokter untuk memeriksakan gigi.

“Jika sakitnya sudah berlangsung lebih dari dua hari, atau bila nyeri tidak juga membaik meski telah melakukan penanganan mandiri, maka harus segera periksa ke dokter. Yaitu jika demam dan sakit kepala, nyeri saat mengunyah, sulit menelan, sesak napas sampai merasakan nyeri di telinga,” jelasnya.

RSUD dr H Soewondo Kendal memberikan bingkisan kepada anak-anak yang memeriksakan gigi di poliklinik.

Dokter Gigi Ryan menambahkan, jika sakit gigi yang dialami masih dalam tahap ringan, ada beberapa langkah pengobatan mandiri yang bisa dilakukan di rumah untuk meredakannya, yaitu dengan membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss). Hal itu untuk menyingkirkan plak dan sisa makanan yang tersangkut.

“Rajin membersihkan gigi minimal dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Perbaiki pola hidup berolahraga, perbaiki pola makan, kurangi gula dan alkohol, serta kontrol ke dokter gigi minimal sebulan sekali,” imbuhnya.

Sementara pemateri kedua yaitu drg Bintiana Susanti Sp Ort menyampaikan terkait perawatan gigi melalui Ortodonti. Di antaranya, merapikan posisi gigi, memasang pagar atau bekhel gigi, dan lain-lain.

Sedangkan pemateri drg Zita Aprilia Sp SGA menyampaikan terkait perawatan gigi anak, dan membiasakan anak untuk membersihkan gigi.

“Ada beberapa cara merawat gigi pada anak, yaitu mengajarkan kebiasaan menyikat gigi dengan cara yang benar. Gerakan menyikat gigi yang benar itu membulat bukan ke atas ke bawah atau ke samping. Kemudian, mengajarkan pada anak untuk menyikat gigi selama dua menit dan tidak menyikat gigi terlalu menekan karena dapat menyebabkan kerusakan gusi,” bebernya.

Dokter Gigi Zita juga berpesan kepada orang tua untuk menghindarkan anak-anak makan makanan yang manis dan lengket di gigi. Dianjurkan anak banyak mengkonsumsi sayuran, serta rutin mengkontrolkan anak ke dokter gigi minimal tiga bulan sekali.(HS)

Sandiaga Uno Targetkan 1 Miliar Kunjungan Wisata Indonesia

Dapat Dukungan dari Relawan Permata Sejati, Yoyok Sukawi: Kami Komitmen Perjuangkan Aspirasi Kaum Perempuan