in

Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Bekasi

Densus 88 Antiteror Polri.(Foto : tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Densus 88 Anti Teror kembali menangkap terduga teroris di daerah Bekasi, Jawa Barat.

“Benar ada giat tersebut,” kata Juru Bicara Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Pol  Aswin Siregar, Rabu (4/9/24), seperti dirilis tribratanews.polri.go.id.

Ia menjelaskan, saat ini pemeriksaan mendalam tengah dilakukan kepada keduanya. “Ada dua orang yang ditangkap,” jelasnya.

Diketahui, penangkapan terakhir yang dilakukan Densus 88 di Gorontalo. Penangkapan dilakukan terhadap mantan napiter yang sempat berupaya melakukan bom bunuh diri di Singapura.

Sementara itu sumber-sumber lain menyebutkan, salah satu terduga teroris, berinisial FNA ditangkap di sebuah bengkel motor di Jalan Pahlawan, Kota Bekasi, Selasa (3/9/2024).

Salah seorang saksi mata, Pendi mengatakan pelaku langsung ditangkap setiba di bengkel.

Ia menjelaskan, bahwa bengkel tempat pelaku ditangkap merupakan milik ayah kandung pelaku. Sehari-harinya FNA bekerja membantu sang ayah.

FNA merupakan warga asli di Jalan Cemara 4 Blok A, RT 004, RW 014, Perumahan Margahayu, Bekasi Timur. Ia ditangkap berikut barang bukti telpon seluler bersama satu buah kotak amal.

Selain menangkap FNA (25), Tim Densus 88 Anti Teror Polri juga menangkap DFA (27) seorang terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

DFA ditangkap di Ruko Warna-warna, Jalan Makrik, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (3/9/2024).

Suminta (49), ketua RT setempat mengatakan terduga pelaku merupakan karyawan pedagang donat, yang baru mengontrak di lingkungannya selama 2 bulan terakhir.

Tangkap Buronan

Sebelumnya, Densus 88 AT Polri juga menangkap seorang teroris di Gorontalo. Tersangka berinisial YLK alias IS alias AT alias MAL alias AH, ditangkap di Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Gorontalo.

YLK merupakan buron sejak 2016 yang melarikan diri dengan mengubah identitasnya.

“Iya benar (sudah ditangkap),” jelas Juru Bicara Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Brigjen. Pol Aswin Siregar, Selasa (03/09/24), seperti dirilis tribratanews.jambi.polri.go.id.

Dijelaskannya, YLK memiliki rekam jejak mengikuti pelatihan di Camp Hudaibiyah, Philipina pada 1998/2000.

YLK juga mengikuti Muqoyama Badar tahap 2 (Pelatihan Para Militer) di Jawa Timur yang merupakan program Jamaah Islamiyah.

Menurutnya, YLK kemudian ditangkap oleh Densus 88, atas kepemilikan senjata api laras panjang titipan dari tersangka UM, seorang narapidana kasus Bom Bali 1. Pada 2003 YLK pun dilakukan penahanan.

“Di tahun 2012, YLK bergabung dengan kelompok Jamaah Ansor Tauhid (JAT) dan mengikuti program pengiriman personel ke Yaman, sebagai bagian dari jihad global AQAP,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, YLK berangkat ke Yaman dengan diberangkatkan oleh seorang berinisial ABU.

Tim Densus 88 pun telah menangkap ABU, atas keterlibatannya sebagai Lajnah Roqobah (perekrut kader) kelompok Jamaah Ansharuh Syariah.

“Di Yaman, YLK mengaku mendapat perintah dari AM/AZ (Petinggi AQAP) untuk melakukan aksi teror di bursa efek Singapura,” ujarnya.

Selanjutnya, pada 2015, YLK mencoba masuk ke Singapura melalui jalur laut. Kendati demikian, ditolak oleh imigrasi Singapura dan dideportasi ke Batam.

“Saat ditangkap, penyidik menemukan satu lembar buletin dakwah Hizbut Tahrir Indonesia, satu buah paspor atas nama Yudi Lukito Kurniawan, dan satu lembar dokumen pemeriksaan imigrasi Singapura,” ujar Brigjen Pol Aswin. (HS-08)

Adzan Magrib di TV Gunakan Running Text, Kemenag : Kita Sudah Ingatkan, MUI : Itu Bagian dari Solusi

Dua Petani Pelosok NTT Bersyukur Diundang Gus Yaqut Bertemu Paus Fransiskus di Jakarta