HALO SPORT – Robert Whittaker tak terlalu memikirkan tantangan yang dilontarkan Dricus du Plessis, juara kelas menengah Ultimate Fighting Championship (UFC).
Si Malaikat Maut, julukan Robert, sekarang lebih memikirkan cara melewati cegatan Khamzat Chimaev.
Whittaker akan menghadapi Si Serigala, julukan Khamzat, pada UFC 308, 26 Oktober mendatang.
Jagoan berkebangsaan Selandia Baru itu harus mengatasi Chimaev terlebih dulu jika ingin bersaing untuk mendapatkan duel penantang gelar selanjutnya.
’’Chimaev adalah yang terbesar dalam divisi menengah saat ini, maka saya harus tetap fokus dan bekerja keras, serta memikirkan bagaimana kartu-kartu itu akan jatuh,’’ kata Whittaker seperti dikutip dari BJPenn.
Mengenai Du Plessis, dia melihat ada celah untuk menaklukkan petarung asal Afrika Selatan (Afsel) itu.
Whittaker mengakui Du Plessis adalah petarung yang tangguh dan tak berubah meski sudah menelan kelelahan.
’’Cara untuk mengalahkan Dricus adalah tampil tanpa ragu dan siap mempertaruhkan segalanya. Dia tangguh seperti paku,’’ jelasnya.
Robert juga menyanjung Dricus sebagai pejuang sejati.
’’Dia tahu apa yang mesti dilakukan. Kalau bertemu dia, saya benar-benar harus siap segalanya,’’ tegas Robert.
Untuk sampai melawan Du Plessis, Si Malaikat Maut wajib mengalahkan Chimaev lebih dulu.
Si Serigala belum terkalahkan dan punya catatan sempurna, 13-0.
Petarung berdarah Chechnya itu sangat kuat dalam duel selama 3 ronde.
Namun, untuk laga 5 ronde ketahanan tubuhnya terlihat menurun.
Sebaliknya, Whittaker sangat berpengalaman dan tahan untuk bertarung selama 5 ronde. (HS-06)