HALO SEMARANG – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang berupaya untuk mengantisipasi agar tanaman tidak mati karena kekeringan pada saat musim kemarau ini. Salah satunya dengan mengubah pola penyiraman tanaman serta menambah intensitasnya, terutama pada sore atau malam hari.
Kepala Disperkim Kota Semarang, Yudi Wibowo menjelaskan, untuk mengurangi tanaman di taman kering atau bahkan mati butuh dilakukan perawatan lebih ekstra agar tetap tumbuh baik. Jika perawatan atau penyiraman tanaman biasanya pagi hari dan sore hari, namun saat musim kemarau ini penyiraman lebih efektif justru pada sore atau malam hari.
“Karena kalau pagi atau siang hari penyerapan air lebih cepat dengan cuaca terik dibandingkan saat sore atau malam hari. Sehingga kebutuhannya air pada tanaman tetap tercukupi,” ujarnya, Rabu (21/8/2024).
Pihaknya saat ini memiliki tujuh armada truk tangki untuk melakukan penyiraman tanaman di semua taman.
“Armada kami rutin menyirami tanaman agar tidak mengalami kekeringan. Untuk jenis tanaman hias biasanya di taman untuk estetika kota, sedangkan taman besar juga berfungsi untuk menambah ketersediaan oksigen serta mengurangi cuaca cukup terik,” katanya.
Selain penyiraman taman rutin, pihaknya juga melakukan perawatan lainnya berupa penyulaman atau penggantian tanaman yang baru.
“Ini akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kesesuaian jenis tanaman yang akan ditanam,” imbuhnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sebagian tanaman hias di dalam pot sekaligus sebagai median jalan raya, seperti Jalan Pemuda tepatnya di depan Hotel Santika Premier terlihat daun dan batangnya kering dan bahkan mati. Padahal, tanaman jenis bougenvile terbilang cukup kuat meski banyak ditanam saat musim kemarau sekalipun. (HS-06)