in

52 Tahun Beroperasi Bersama PHE, Kapal Penampung Produksi Minyak Tertua di Dunia Pensiun Bulan Ini

Kapal penampung produksi minyak Arco Ardjuna, yang dioperasikan Pertamina Hulu Energi Offshore NorthWest Java (PHE ONWJ) Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, akan segera pensiun. (Foto : bumn.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kapal penampung produksi minyak Arco Ardjuna memasuki usia pensiun pada Agustus 2024 ini.

Dalam informasi yang disampaikan bumn.go.id, kapal ini telah dioperasikan selama lebih dari setengah abad, oleh Pertamina Hulu Energi Offshore NorthWest Java (PHE ONWJ) Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina.

Kapal Floating Storage and Offloading (FSO) Arco Ardjuna mengapung sekitar 95 kilometer, di lepas pantai Laut Jawa.

Kapal ini merupakan fasilitas penampung produksi minyak terapung lepas pantai pertama di Indonesia dan tertua yang masih beroperasi di dunia.

FSO Arco Ardjuna difungsikan sebagai fasilitas penerima, penyimpanan, dan penyalur minyak mentah, sebelum diangkut ke tanker ekspor atau ke lokasi kilang pengolahan minyak mentah untuk diproses.

Dibangun oleh Mitsubitshi Heavy Industry, Jepang, kapal ini mulai beroperasi pada tahun 1972.

FSO Arco Ardjuna tak hanya menjadi tulang punggung produksi minyak di lapangan lepas pantai PHE ONWJ, tetapi juga merupakan simbol keandalan teknologi.

Dengan kapasitas penyimpanan terpasang sebesar satu juta barel, FSO Arco Ardjuna ini telah berjasa memberikan berkontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

Setelah beroperasi selama 52 tahun, PHE ONWJ akan mengganti FSO Arco Ardjuna dengan fasilitas penampungan baru yang lebih andal, efisien dan modern.

Meskipun demikian, warisan yang ditinggalkan oleh FSO legendaris ini akan selalu dikenang.

Manajemen PHE ONWJ menyatakan bahwa penggantian fasilitas ini merupakan bagian dari upaya Perusahaan untuk terus meningkatkan keandalan dan keselamatan operasi dan lingkungan, sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri minyak dan gas saat ini.

General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, mengatakan FSO Arco Ardjuna akan selalu menjadi bagian penting, dari sejarah industri minyak dan gas di Indonesia.

Momen pelepasan FSO Arco Ardjuna akan menjadi tanda penghormatan atas dedikasi dan kontribusi besar, yang telah diberikan oleh fasilitas ini selama lima dekade terakhir.

Muzwir berharap, warisan FSO Arco Ardjuna akan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya, dalam menghadapi tantangan dan meraih keberhasilan di masa depan.

“FSO Arco Ardjuna bukan hanya sebuah fasilitas, tapi juga rumah kedua bagi kami. Meskipun tantangan yang dihadapi tidaklah sedikit, namun semangat dan kerja keras seluruh tim selalu menjadi kekuatan utama kami,” ujarnya.

FSO Arco Ardjuna memiliki panjang 142,6 meter, dengan lebar 48,2 meter, bobot 153,202 ton, dengan kapasitas penyimpanan terpasang sebesar satu juta barel. (HS-08)

Segera Penuhi Kebutuhan, Kemenkes Buka Pendaftaran Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit

HUT RI di IKN, Ajakan Memeriahkan hingga Besarnya Anggaran