in

Pemerintah Fokus Tingkatkan Kualitas SDM untuk Indonesia Maju 2045

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara penyerahan surat keputusan dan sertifikat penghargaan kepada Dewan Penyantun Pendidikan Unnes, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta. Hadir saat itu Ketua Majelis Wali Amanat Unnes Dr Hendrar Prihadi, yang juga mantan Wali Kota Semarang. (Foto : ekon.go.id)

 

HALO SEMARANG – Pemerintah RI terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), karena mereka merupakan kunci kemajuan bangsa.

Maka dari itu investasi terhadap SDM harus terus ditingkatkan, sehingga akan mendukung semua program penguatan kualitas SDM yang sedang dan akan dilakukan.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara penyerahan surat keputusan dan sertifikat penghargaan kepada Dewan Penyantun Pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes), di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.

“Prasyarat Indonesia Emas 2045 itu ada tiga. Satu, sumber daya manusia. Yang kedua, sumber daya manusia. Yang ketiga, sumber daya manusia,” kata Airlanga Hartarto, seperti dirilis ekon.go.id.

Menurut dia, peningkatan kualitas SDM merupakan satu-satunya cara untuk mencapai Indonesia Emas.

“Selain itu, untuk (mencapai) Indonesia Emas tentu perlu transformasi. Berubah kegiatan dari nilai tambah rendah menjadi nilai tambah lebih tinggi, dan dari upah minimum menjadi upah profesional yang lebih tinggi,” kata Airlangga.

Pemerintah juga menggalakkan berbagai program peningkatan kualitas SDM, salah satunya yakni Program Kartu Prakerja.

Program tersebut merupakan inovasi Pemerintah dalam pengembangan SDM untuk mengoptimalkan potensi bonus demografi melalui pemberian bantuan pelatihan kepada masyarakat, dengan pendekatan end-to-end digital dan mendorong public private partnership.

Sejak dilaksanakan dari tahun 2020 hingga saat ini memasuki tahun kelima, total pendaftarnya telah mencapai lebih dari 56 juta pendaftar.

Adapun total penerima manfaat, sebanyak 18 juta orang, berasal dari 514 kabupaten / kota di 38 provinsi.

Menurut Menko Airlangga, guna meraih visi Indonesia Emas itu diperlukan pendapatan per kapita sekitar USD 29 ribu.

Beberapa daerah di Indonesia, misalnya Jakarta memiliki pendapatan per kapita mencapai USD 21 ribu, kemudian Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sudah di atas USD 17 ribu.

“Beberapa daerah lainnya bisa kita petakan, dan ini seperti yang dilakukan waktu penanganan pandemi Covid-19 maupun inflasi. Jadi yang membedakan Indonesia dengan negara lain, kita punya solusi praktis yang negara lain tidak punya,” kata dia.

Lebih lanjut Airlangga mengatakan jika menggunakan rumus ekonomi normal, penanganan inflasi itu hanya dengan menaikkan tingkat suku bunga.

Tetapi untuk Indonesia, penanganan inflasi dilakukan dengan kerja sama antarkepala daerah.

Misalnya untuk mengendalikan inflasi volatilefood, memindahkan (bahan pangan) dari daerah produsen ke daerah demand, juga tentang mengendalikan transportasi, pergudangan, dan ini dibahas secara detail dalam rapat rutin.

“Jadi kita sudah memperhatikan itu, ditambah lagi juga mempelajari untuk menurunkan (tingkat) kemiskinan ekstrem,” kata Menko Airlangga.

Pada kesempatan ini, Menko Airlangga juga mengapresiasi seluruh civitas academica UNNES, atas dedikasinya mencetak generasi penerus bangsa yang kompeten.

Berbagai prestasi telah diraih UNNES, baik di tingkat nasional maupun internasional, dan ini menjadi bukti nyata kualitas dan komitmen UNNES dalam menciptakan SDM unggul.

“Jadi yang kita lakukan hari ini akan menjadi pendorong peningkatan tingkat kemampuan mahasiswa dari kemampuan dasar menjadi kemampuan yang lebih tinggi, dan juga dapat mendukung saudara-saudara kita yang kesulitan masuk universitas karena akses dan pembiayaan mereka yang terbatas,” tutup Menko Airlangga.

Turut hadir dalam acara ini yaitu antara lain Sekretaris Kemenko Perekonomian SusiwijonoMoegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian Ali Murtopo, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Rektor Unnes Prof. Dr. S. Martono, Ketua Majelis Wali Amanat Unnes Hendrar Prihadi, dan perwakilan dari Anggota Dewan Penyantun. (HS-08)

HUT Ke-57 ASEAN, Menko Perekonomian Luncurkan Batik Kolaborasi

Kementerian PUPR Bangun 1.279 Unit Sarana dan Prasarana Sanitasi Ponpes