in

Pertemuan Bilateral Menteri Perdagangan RI dengan Menteri Perdagangan dan Industri Timor Leste

Pertemuan bilateral Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan dengan Menteri Perdagangan dan Industri Timor Leste, Filipus Neno Pereira, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (1/8/2024). (Foto : kemendag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan dan Industri Timor Leste, Filipus Neno Pereira, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (1/8/2024).

Kementerian Perdagangan RI, dalam keterangannya melalui kemendag.go.id, menyebutkan, pertemuan tersebut membahas tentang peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan Timor Leste.

Mendag RI mengungkapkan bahwa total perdagangan kedua negara tahun 2023 mencapai USD 348,4 juta.

Indonesia merupakan negara asal impor pertama dan tujuan ekspor ke-4 bagi Timor Leste.

Mendag berharap, program kerja sama kedua negara dapat terus dilanjutkan pada tahun mendatang.

Mendag juga mengucapkan selamat atas keberhasilan Timor Leste menjadi Anggota WTO ke-165 per tanggal 26 Februari 2024.

Pada kesempatan tersebut, Mendag RI didampingi oleh Direktur Jenderal Perjanjian Perdagangan Internasional, Djatmiko Bris Witjaksono dan Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Perjanjian Perdagangan Internasional, Bara Krishna Hasibuan.

Hubungan Baik

Untuk diketahui, meskipun sejarah hubungan Indonesia dan Timor Leste diwarnai dengan konflik, namun saat ini hubungan kedua negara sangat baik.

Indonesia sejauh ini merupakan mitra dagang terbesar Timor Leste (Sekitar 50% dari impor, 2005) dan terus meningkat saham.

Pertemuan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Republik Demokratik Timor Leste, Xanana Gusmao, di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (26/01/2024) setidaknya menyepakati empat hal.

Pertama, kedua pemimpin sepakat mendorong penyelesaian perundingan perbatasan kedua negara.

“Saya juga menyambut baik reaktivasi joint border committee untuk pengelolaan perbatasan termasuk reaktivasi pos lintas batas,” ujar Presiden Jokowi, dalam keterangan pers bersama dengan PM Xanana Gusmao usai pertemuan.

Kedua, Indonesia dan Timor-Leste sepakat meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi.

Presiden Jokowi pun menyambut baik komitmen Pemerintah Timor-Leste untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik melalui perjanjian perlindungan investasi.

“Saya juga mengapresiasi kepercayaan Timor-Leste pada BUMN Indonesia dalam berbagai proyek, seperti pembangunan jalan di Oekusi, serta perluasan Bandara Internasional Dili,” kata dia, seperti dirilis setkab.go.id.

Ketiga, Indonesia dan Timor-Leste juga bersepakat untuk mendorong kerja sama untuk meningkatkan infrastruktur telekomunikasi di kedua negara.

“Dengan penandatanganan MoU kerja sama teknologi informasi, kita juga mendorong kerja sama infrastruktur telekomunikasi, termasuk rencana investasi fiber optic,” ujar Kepala Negara.

Sedangkan terkait kerja sama di kawasan, Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung keanggotaan penuh Timor-Leste di ASEAN.

“Kami juga tadi membahas isu Myanmar, di mana kedua negara sepakat untuk mendukung Keketuaan Laos di ASEAN tahun ini dalam mendorong implementasi 5PC [Five-Point Consensus],” ujar Presiden Jokowi.

Dalam pernyataannya, Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan PM Xanana Gusmao ke Indonesia yang dinilainya sebagai bentuk kerja sama erat kedua negara.

“Merupakan kehormatan bagi indonesia menerima kunjungan resmi pertama Perdana Menteri Xanana Gusmao sejak dilantik bulan Juli yang lalu, ini menunjukkan hubungan kedua negara Timor-Leste dan Indonesia yang semakin erat,” kata dia. (HS-08)

Dokter Tetap Bisa Praktik di Tiga Tempat, Ini Syaratnya !

Yakin Habisi Izzy dengan Pukulan Mematikan