in

Ratusan Penari Meriahkan Klaten Lurik Carnival 2024

Sebanyak 395 penari cilik, ikut memeriahkan pembukaan Klaten Lurik Carnival (KLC) 2024, Minggu (28/7/2024), dengan tampil anggun membawakan Tari Samira Santika. (Foto : klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Sebanyak 395 penari cilik, ikut memeriahkan pembukaan Klaten Lurik Carnival (KLC) 2024, Minggu (28/7/2024), dengan tampil anggun membawakan Tari Samira Santika.

Mereka berasal dari 20 sekolah dan sanggar, yang tersebar di berbagai daerah di Klaten.

Pelatih Tari Samira Santika, Indah Kurnia menjelaskan tari ini mempunyai arti “Samira”, yang artinya angin dan “Santika” yang berarti kesejukan.

Sehingga tari kreasi yang dibawakan tersebut, mempunyai arti angin yang membawa kesejukan yang dikolaborasikan dengan ciri khas dari Klaten yaitu berupa kipas dari kain lurik.

“Kipas ini yang melambangkan angin yang membawa kesejukan. Sementara kain lurik yang menjadi motif kipas penari, menyimbolkan semarak KLC tahun ini,” kata dia, seperti dirilis klatenkab.go.id.

Ia berharap lewat tari kreasi ini, semakin banyak masyarakat yang kagum dan bangga mengenakan lurik dari Kabupaten Klaten.

Terlebih kain lurik dapat dikreasikan dalam berbagai bentuk busana dan aksesoris yang elegan seperti yang dipakai oleh ratusan penari cilik.

“Semoga dengan adanya Klaten Lurik Carnival ini para masyarakat di Kabupaten Klaten semakin mengenal tari-tarian dan tetap melestarikan dengan pengkolaborasian ciri khas kain motif luriknya,” kata Indah.

Sementara itu Klaten Lurik Carnival dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-220 Klaten, diikuti 32 kontingen dari BUMN, BUMD, dan pelajar SD hingga setingkat SMA.

Ketika upacara peringatan Hari Jadi Klaten berakhir, seluruh kontingen berjalan mulai dari Taman Lampion Klaten, hingga panggung kehormatan Bupati Klaten dan jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten, di Alun-alun Klaten.

KLC dibuka Bupati Klaten dan Forkopimda dengan menerbangkan burung merpati dan dilanjutkan persembahan tarian Samira Santika yang dibawakan 395 orang penari.

Bupati Klaten, Sri Mulyani menyampaikan di peringatan Hari Jadi Klaten ke-220 Klaten ini berbeda dengan merangkaian KLC setelah upacara.

Biasanya Klaten Lurik Carnival (KLC) digelar siang atau di waktu yang berbeda dengan upacara. Tetapi pada Hari Jadi ini, setelah upacara dilanjutkan dengan Klaten Lurik Carnival (KLC).

“Tentunya dengan mengangkat tema potensi lurik Klaten,” kata Sri Mulyani.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), Sri Nugroho menyampaikan KLC diikuti 32 kontingen, baik BUMD, BUMN, SMP dan SMA/ SMK di Klaten.

“Ini momen menampilkan keindahan lurik Klaten, dan diharapkan dapat meningkatkan potensi lokal yang ada di Klaten. Dari 32 kotingen diberi waktu di depan panggung kehormatan Bupati Klaten untuk menampilkan koreografi dengan waktu lima menit,” jelas Sri Nugroho.

Acara berlangsung meriah dengan penampilan-penampilan kontingen yang berbeda-beda dan memiliki ciri khas inovasi lurik masing-masing.

Tak hanya itu, acara KLC juga disaksikan ribuan pasang mata masyarakat Kabupaten Klaten yang memenuhi Jalan Pemuda dan Alun-alun Klaten. (HS-08)

Ikuti Upacara HUT Klaten pada Tahun Terakhir sebagai Bupati, Sri Mulyani Pamitan dan Mohon Maaf

1.500 Penari Kirab Merti Bumi Merapi Pecahkan Rekor MURI