in

Diklat Azfa Indonesia Kendal Serah Terima Santri Baru

Kegiatan Serah Terima Santri Diklat Azfa Indonesia (DAI) Kendal, Sabtu (20/7/2024).

HALO KENDAL – Akademi sepak bola berbasis pesantren, Diklat Azfa Indonesia (DAI) Kendal telah membuka pendaftaran peserta baru untuk tahun ajaran 2024. Tanda dimulainya tahun ajaran baru dengan serah terima siswa atau santri baru, di agrowisata yang ada di Kendal, Sabtu (20/7/2024).

Perekrutan kali ini digelar untuk dua kategori, yakni kelas mukim dan non-mukim. Untuk kelas mukim, nantinya santri akan diasramakan sehingga benar-benar fokus mengikuti pelatihan.

Ketua Yayasan DAI Kendal, Achmad Syaifudin mengatakan, untuk katagori mukim bertujuan supaya, orang tua anak atau santri bisa lebih tenang dalam mengikuti diklat. Sehingga siswa juga bisa lebih fokus berlatih dan mengikuti program lainnya.

“Ya karena untuk kelas mukim, para santri bukan hanya mengikuti latihan sepak bola rutin saja, tapi juga kita tanamkan dengan nilai-nilai keagamaan, melalui bimbingan dari pelatih dan ustaz yang berpengalaman. Supaya anak-anak akan siap menghadapi masa depan dengan percaya diri,” ujarnya.

Kang Asep sapaan akrabnya menambahkan, untuk serah terima siswa atau santri baru DAI tahun 2024 terdiri dari mukim 20 anak, dan non-mukim 30 anak.

“Sebuah hal yang tak kalah penting dengan sebuah prestasi dalam lapangan hijau, adalah pendidikan karakter. Semoga para santri baru Diklat Azfa Indonesia ini nantinya bisa terbentuk pemain yang berkarakter,” imbuhnya.

Sementara itu CEO DAI Kendal, Angguna Hanif Noviaratrianto dalam sambutannya mengungkapkan, sepak bola bukan sekadar sebuah olahraga, tetapi juga sebuah sarana untuk membentuk pribadi yang tangguh, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Pendidikan karakter bukanlah hal yang asing di tengah-tengah kita. Sejak dahulu, nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, kerja keras, dan sportivitas telah diajarkan melalui berbagai cara, termasuk melalui olahraga,” ujarnya.

“Namun, semakin majunya zaman dan semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, membuat kita perlu kembali menegaskan pentingnya nilai-nilai tersebut dalam setiap aspek kehidupan mereka, termasuk dalam dunia sepak bola,” imbuh Hanif.

Oleh karena itu, dirinya mengajak masyarakat, untuk bersama-sama meneguhkan komitmen terhadap pendidikan karakter dalam dunia sepak bola.

“Prestasi tidak hanya diukur dari trofi yang diraih, tetapi juga dari jejak kepribadian yang ditinggalkan di masyarakat. Mari jadikan sepak bola bukan hanya sebuah olahraga, tetapi juga sebagai wahana untuk membentuk pemimpin masa depan,” harap Hanif.(HS)

Latihan Bersama Menghadapi Bhayangkara FC, PSIS Menang 3-1

Filipina Ajak Kemenag RI Bersinergi Kembangkan Madrasah