HALO KENDAL – Momentum Hari Anak Nasional 2024 diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian kesadaran dan peran aktif setiap individu, keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintahan dalam menciptakan lingkungan yang berkualitas bagi anak-anak.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Kendal Sahabat Anak” yang digelar Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Kendal, di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Minggu (7/7/2024).
“Setiap anak harus dilindungi dari segala kekerasan dan hal lain yang membahayakan. Untuk itu saya mengajak para relawan bersama menjaga dan meningkatkan toleransi kerukunan anak, hak-hak anak, dan kesehatan anak-anak kita,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, Wabup juga mengapresiasi semua yang dilakukan para relawan selama ini, yang telah bekerja secara sukarela dan penuh antusias dalam mensosialisasikan pencegahan kekerasan, baik kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan jenis kekerasan lainnya terhadap anak.
“Melalui kegiatan FGD diharapkan dapat memberikan perhatian dan informasi yang seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat, tentang pentingnya meningkatkan kualitas anak,” ungkap WS Basuki.
“Mudah-mudahan, dengan adanya FGD seperti ini kita bisa diberikan pemahaman serta arahan, supaya dapat bersama-sama mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak, hingga kasus penelantaran anak,” harap Wabup
Pada kesempatan itu WS Basuki juga mengimbau kepada orang tua, supaya menghindari dan mencegah nikah di usia dini kepada anak-anaknya.
Menurut Wabup, waktu yang mestinya diberikan kepada anak adalah waktu untuk belajar, dan menuntut ilmu sehingga apa yang menjadi cita-citanya bisa terwujud.
“Anak adalah harapan bangsa untuk generasi penerus yang akan datang, yang nantinya untuk kepentingan negara. Jadi mulai dari sekarang untuk menumbuhkan kembangkan kecerdasan dan kreativaitas anak karena masih dalam proses,” pesannya.
Sementara itu, Ketua LPAI Kendal, Ainur Rofiq mengatakan, FGD digelar dalam rangka mencari solusi bersama untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan terhadap anak, mengingat di Kendal kasusnya cukup tinggi. Selain itu untuk mewujudkan Kendal Sahabat Anak.
“Jadi dengan adanya kegiatan ini, kita bersama-sama berusaha supaya Kendal benar-benar menjadi sahabatnya anak-anak. Karena adanya pendampingan dari LPAI Kendal dan relawan, anak-anak jadi terlindungi, dari segi kesehatan, kesejahteraan sosial, pendidikan, dan lain-lain,” ujarnya.
Rofiq mengakui, kekerasan terhadap anak mulai banyak diketahui, karena saat ini sudah banyak korban yang berani melaporkan kejadian yang menimpa anak atau keluarganya kepada instansi yang berwenang atau kepada LPAI serta relawan.
“Dengan adanya keterbukaan, banyak dari korban yang sudah berani melaporkan kejadian kepada pihak layanan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Jadi tidak seperti dulu yang masih takut atau malu melapor karena dinilai jadi hal tabu,” ungkapnya.
Kegiatan FGD “Kendal Sahabat Anak” diikuti sekitar 50 peserta, dari perwakilan relawan perlindungan anak di Kabupaten Kendal. FGD juga diisi dengan mengikuti sambutan dari Kak Seto selaku Ketua LPAI Pusat melalui daring.(HS)