in

Coklit Warga, Petugas Pantarlih di Kendal Harus Terjang Rob

Para petugas Pantarlih Desa Pidodokulon melaksanakan pencoklotan di tengah permukiman warga yang terdampak rob, Jumat (28/6/2024).

HALO KENDAL – Demi suksesnya Pilkada 2024 beberapa petugas Pantarlih di Desa Pidodokulon Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal harus menerjang banjir rob demi mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit).

Nurul Maulidatin, petugas Pantarlih di Desa Pidodokulon mengatakan, kegiatan coklit harus terus dijalankan supaya selesai tepat waktu sesuai jadwal yang sudah di tetapkan.

“Ya beberapa desa di wilayah pesisir Kabupaten Kendal saat ini sedang dilanda rob. Sehingga mau tidak mau petugas Pantarlih seperti saya, harus menerjang banjir rob untuk melakukan coklit Pilkada 2024,” ujarnya Jumat (28/6/2024).

Meski bersemangat, Nurul mengakui kendala yang harus dihadapinya, yaitu susahnya akses menuju Dusun Pilangsari RT 03 RW 6. Pasalnya akses jalannya licin.

Selain itu, dirinya khawatir jika kertas daftar pemilih yang digunakan mendata warga, sewaktu-waktu justeru bisa jatuh ke air dan rusak.

“Ya kendalanya itu aksesnya susah, jalannya licin. Takut kalau kertas daftar pemilihnya jatuh, basah dan rusak. Untuk itu perlu ekstra hati-hati dan waspada saat melewati akses ini,” ungkapnya.

Nurul juga menjelaskan jika di Dusun Pilangsari RT 03 RW 6 terdapat sekitar 20 KK dan telah dilakukan coklit 10 KK. Selain itu di area Dusun Pilangsari susah sinyal, yang dapat menghambat proses coklit.

“Untuk di RT 3 ini masih ada 10 KK yang harus didata dari 20 KK yang sudah didata, disini juga susah sinyalnya jadi agak susah saat coklit,” jelasnya.

Sementara itu, Perangkat Desa Pidodokulon, Chaerul Anwar mengatakan banjir rob kali ini terbilang lumayan tinggi. Namun tidak terlalu parah dan paling lama lima jam berangsur surut.

Ia juga menjelaskan, apabila terjadi banjir yang disebabkan luapan Sungai Bodri dan banjir rob, pemerintah desa mengadakan dapur umum bersama BPBD. Dirinya berharap, di sekitar pesisir untuk dapat digalakkan lagi penanaman mangrove, sebagai upaya penanggulangan abrasi.

“Kalau banjir rob ini kan biasanya lima jam sudah surut. Dan kalau banjir yang besar dari luapan Sungai Bodri sama rob itu ya kita adakan dapur umum sama BPBD, harapannya bisa dilakukan penanaman mangrove untuk pencegahan abrasi,” jelasnya.

Terpisah, Akhmad Zaenutolibin, Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Kendal menambahkan, adanya kendala rob tidak menurunkan semangat petugas Pantarlih untuk melaksanakan kewajibannya melakdanakan pencoklitan terhadap warga. Hal itu dilakukan guna melindungi konstitusi hak pilih warga Kendal.

Dirinya menyebut, walaupun petugas Pantarlih dalam melakukan coklit mendapati kendala Rob, namun kegiatan coklit pemilih tetap harus dilakukan untuk melindungi konstitusi hak pilih warga Kendal dalam Pilkada Serentak pada 27 November mendatang.

“Apalagi banjir rob kita tidak tahu kapan surutnya, sehingga dengan adanya jadwal tahapan yang sudah ada yaitu dari tanggal 24 Juni sampai 24 Juli 2024, kegiatan coklit tetap dilaksanakan dengan baik oleh petugas Pantarlih,” imbuh Zaenutolibin. (HS-06)

 

Wali Kota Semarang Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN RI

Pelopori Wisata Pantai di Rembang, Ali Mustofa Masuk Nomine Lomba Wanalestari Tingkat Nasional