HALO SEMARANG – Polda Bali menyiapkan berbagai strategi untuk mengamankan jalannya KTT World Water Forum (WWF) Ke-10 Tahun 2024, yang akan diselenggarakan di Nusadua Bali.
Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Rabu (8/5/24), seperti dirilis tribratanews.polri.go.id.
Menurut dia, penyiapan strategi pengamanan sudah dilakukan sejak awal 2024, antara lain dengan sosialisasi oleh jajaran Ditbinmas.
Dalam sosialisasi itu, Polda Bali menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat, termasuk para tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Mereka diajak untuk mendukung dan menyukseskan WWF, dengan cara aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Menurut dia, WWF yang berlangsung aman ini penting, karena akan membawa dampak positif bagi sektor pariwisata Bali ke depan.
Polda Bali juga rutin melaporkan perkembangan situasi Kamtibmas dan berkoordinasi dengan Mabes Polri, Kodam/IX Udayana, dan Pemprov Bali, untuk memperkuat sinergitas, baik dalam tugas rutin maupun dalam rangka Pengamanan WWF nanti.
Lebih lanjut disampaikan, dalam pengamanan, Polda Bali memiliki 2 command center (CC) atau pusat kendali yang saling terintegrasi, yaitu CC ITDC Nusadua dan CC di Mako Polda Bali. Keduanya mempunyai peran sangat penting dalam Pengamanan WWF.
Command center tersebut dilengkapi peralatan canggih, para operator ahli dan terlatih.
Keduanya dilengkapi dengan lebih dari 1.700 CCTV, yang terpasang di berbagai lokasi strategis di seluruh Bali, seperti kawasan wisata Nusadua, Kuta, Sanur, Ubud, Jatiluwih, Kintamani, Bedugul dan lainnya.
Dari pusat kendali, petugas juga bisa memantau pintu masuk Bali, seperti Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Benoa, Padangbay dan Pelabuhan Celukan Bawang.
CCTV juga terpasang di terminal-terminal antarprovinsi, dan di jalan-jalan protokol, kawasan kota, termasuk tempat-tempat umum lainnya dan lokasi yang dianggap rawan gangguan Kamtibmas lainnya.
Seluruh CCTV tersebut akan konek langsung ke layar-layar monitor di ruang command center Polda Bali.
Command center memiliki peran sangat penting dalam pengawasan dan pengamanan, serta dilengkapi berbagai fitur canggih dalam pengendali Operasi Kepolisian.
Dari command center, petugas juga dapat memperoleh informasi, seperti cuaca dan bencana alam, pemantauan arus lalu lintas dan alat penghitung kendaraan yang melintas dan pendeteksi kerumunan orang, serta deteksi pelat nomor kendaraan yang terintegrasi langsung dengan database Koorlantas Polri.
Kamera CCTV juga terkoneksi dengan sistem identifikasi wajah, yang terintegrasi langsung dengan database Dukcapil dan Pusinafis Bareskrim Polri.
Dengan demikian, orang-orang yang masuk dalam daftar buronan internasional, teroris, dan residivis pun akan langsung dikenali.
Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan juga menyampaikan bahwa WWF memiliki 172 negara anggota dan memiliki fokus pada konservasi tiga bioma yang berisikan sebagian besar keragaman hayati dunia, yaitu hutan, ekosistem air tawar, samudra dan pantai, selain itu WWF juga menangani masalah spesies yang terancam punah, polusi dan perubahan iklim.
KTT WWF merupakan salah satu event terbesar di dunia dan tahun ini merupakan pertemuan ke 10, yang akan dilaksanakan di kawasan wisata Nusadua Bali pada 18 sampai 26 mei 2024, mengundang 33 kepala negara dengan jumlah sekitar 50 ribu orang peserta dari berbagai penjuru dunia. (HS-08)