in

Hardiknas 2024, Bupati Kendal Akui Sarpras Pendidikan Masih Banyak Kekurangan

500 penari terdiri dari guru dan siswa menyajikan kesenian Opak Abang, usai Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28 dan Hari Pendidikan Nasional 2024, di Alun-alun Kendal, Rabu (2/5/2024).

HALO KENDAL – Sebagai bentuk perhatian kepada kesejahteraan guru, Pemerintah Kabupaten Kendal telah membuka lowongan formasi guru untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang terbesar se-Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Bupati Kendal, Dico M Ganinduto kepada awak media, usai menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28 dan Hari Pendidikan Nasional 2024, di Alun-alun Kendal, Rabu (2/5/2024).

“Ya kesejahteraan guru itu harus kita perhatikan. Jadi kita memberikan kesempatan kepada seluruh guru, supaya bisa menjadi PPPK. Sehingga kesejahteraannya meningkat,” ujarnya.

Berikutnya, lanjut Bupati, pihaknya juga berupaya berkolaborasi dengan lembaga-lembaga dan insan pendidikan, untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas para guru.

“Jadi, peningkatan kesejahteraan harus berbanding lurus dengan peningkatan kinerja. Supaya kualitas pendidikan di Kabupaten Kendal semakin baik. Selain itu kita berupaya untuk kualitas dari sarprasnya,” imbuhnya.

Bupati mengakui masih banyak kekurangan terkait keterbatasan sarpras di Kendal. Di antaranya keterbatasan fiskal, banyaknya sekolah yang harus dilakukan perbaikan kualitasnya, yang semua itu membutuhkan biaya yang besar.

“Kita harus pintar-pintar memilah pos-pos anggaran, dimana masih banyak kebutuhan dasar yang harus kita penuhi. Seperti infrastruktur dasar, jalan dan sebagainya, termasuk akses kesehatan itu juga penting, dan semua harus imbang,” ungkapnya.

“Tapi kita tidak boleh mengkesampingkan pendidikan. Karena itu penting sekali, untuk menjadi pondasi dari peningkatan sumber daya manusia (SDM),” tandas Bupati.

Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28 dan Hari Pendidikan Nasional 2024 dihadiri Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, jajaran Forkopimda, Sekda Kendal, dan kepala OPD di lingkungan Pemkab Kendal, serta ratusan ASN, tenaga pendidik, siswa dari SD/SMP/SMA.

Usai upacara, tamu undangan dan peserta upacara menikmati kesenian tradisional asal Kendal, Opak Abang yang diikuti 500 penari, baik dari tenaga pendidik maupun para siswa dari berbagai wilayah di Kendal.

Sementara itu, Instruktur kesenian Opak Abang, Luisa Pradnya Tiara menjelaskan, sebelumnya para guru mengikuti pelatihan selama dua hari. Kemudian para siswanya melakoni latihan selama sepekan di sekolahnya masing-masing untuk menyajikan kesenian Opak Abang.

“Jadi sebelumnya, dari perwakilan guru dari masing sekolahan mengikuti pelatihan Opak Abang selama dua hari, lalu setelah itu para guru mengajarkan kepada siswanya,” ujar mahasiswi UKSW Salatiga tersebut. (HS-06)

Di Brebes, Tersedia POM Minyak Goreng

Peringati Hardiknas 2024, Sekda Jateng: Momentum Tingkatkan Kualitas Pendidikan