in

Penerimaan APBN Jawa Tengah Per 31 Maret Capai Rp 26,39 Triliun

HALO SEMARANG – Perkembangan kinerja fiskal regional APBN Jawa Tengah mencatatkan kinerja yang baik pada Triwulan I 2024. Sampai dengan 31 Maret 2024 penerimaan berhasil mencapai Rp 26,39 triliun (22,04 persen dari target), serta realisasi belanja APBN mencapai Rp 26,95 triliun (24,36 persen dari pagu).

Hal itu disampaikan Kepala Kanwil DJPb Jawa Tengah, Muhdi, saat penyampaian Kinerja ekonomi Jawa Tengah per 31 Maret 2024, pada Jumat (26/4/2024). Dan juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan Kemenkeu Jawa Tengah, Tri Wahyuningsih Retno Mulyani sekaligus Kepala Kanwil DJKN Jateng dan DIY, Kepala Kanwil DJP Jateng I Max Darmawan, Kepala Kanwil DJP Jateng II Slamet Sutantyo, selanjutnya Kepala Kanwil DJBC Jateng dan DIY Akhmad Rofiq serta Local Expert Jawa Tengah Wahyu Widodo.

Dalam pemaparannya, menurut Muhdi, bahwa kinerja penerimaan masih tumbuh positif didukung kinerja kegiatan ekonomi yang baik.

“Penerimaan perpajakan terdiri dari penerimaan Pajak dan Kepabeanan dan Cukai, tercatat penerimaan Pajak sebesar Rp10,16 triliun (18,86 persen dari target) dan Kepabeanan dan Cukai sebesar Rp14,34 triliun (23,59 persen dari target). Realisasi PNBP mencapai sebesar Rp 1,89 triliun (37,03 persen dari target), secara nominal tumbuh 3,99 persen (y-on-y),” katanya.

Meski di tengah ketidakpastian ekonomi global, kata Muhdi, terutama akibat dampak tensi geopolitik dan perubahan iklim, kinerja ekonomi domestik masih menunjukan pertumbuhan yang stabil, baik dari sisi konsumsi maupun produksi. Untuk itu, kinerja APBN dan APBD masih optimal sebagai shock absorber dalam mengantisipasi rambatan gejolak ekonomi global sehingga stabilitas ekonomi nasional dan regional tetap terjaga.

“Dimana perekonomian di Jawa Tengah tahun 2023 tumbuh 4,98 persen. Pada Maret 2024 di Jawa Tengah mencatatkan inflasi sebesar 0,60 persen (m-to-m) yang naik jika dibandingkan Februari 2024 sebesar 0,57 persen (m-to-m) dimana andil inflasi tertinggi disebabkan kenaikan kelompok
pengeluaran pada makanan, minuman, dan tembakau sebesar 9,08 persen. Pemerintah terus melakukan stabilisasi harga pangan, terutama beras menjelang momentum hari raya Idul Fitri
1445H,” papar Muhdi.

Sementara, APBN 2024 di Jawa Tengah dapat terjaga kuat dan sehat turut dipengaruhi dari realisasi belanja negara yang semakin berkualitas dengan memastikan bahwa setiap rupiah dari APBN ini bermakna bagi masyarakat. Realisasi Belanja K/L telah mencapai Rp 9,33 triliun (22,37 persen dari pagu), secara nominal nilai ini tumbuh 46,85 persen (y-on-y). Hampir seluruh jenis belanja secara nominal tumbuh, hanya belanja Modal yang masih terkontraksi sebesar 41,44 persen.

Sedangkan realisasi TKD mencapai Rp17,63 triliun (25,57 persen dari alokasi pagu) yang mengalami kenaikan sebesar Rp1,09 triliun atau 1,62 persen (y-on-y).

“Hal ini mengindikasikan bahwa dukungan APBN kepada APBD melalui Transfer ke Daerah (TKD) meningkat,” pungkasnya. (HS-06)

Bentuk Dukungan untuk Timnas U-23 di Piala Asia 2024, PDM Kendal Ajak Nobar

Salurkan Manfaat Dana Bagi Hasil Cukai, Mbak Ita dan Chef Juna Masak Bareng